Rabu, 10 September 2014

#12

hehe.. mulai mandek2 konsisten posting. saya mencoba foto produk. bagaimana menurutmu hasilnya?

Jumat, 05 September 2014

Rabu, 03 September 2014

Berusaha Ayam

Saya pernah berusaha pembesaran ayam skala mini-mikro. Walaupun berakhir dengan kegagalan, semua ayam-ayam mati kurang dalam sebulan. 'kan namanya juga usaha <--membesarkan hati. Rencananya saya beli anak-anak ayam kemudian dikasih makan dan dirawat dengan baik, menurut perhitungan ketika Lebaran ayam-ayam akan tumbuh kembang menjadi ayam siap jual.

Gagal emang, tapi saya punya dokumentasi ketika pertama kali membeli bibit ayam saya. Semoga gak kapok berusaha <--kembali membesarkan diri.

Dari Depok saya naik motor matic ke Pasar Lokomotif, Jakarta Timur. Pasar ini berada di Jatinegara, tidak jauh dari Stasiun Kereta Jatinegara.

Pengetahuan saya tentang ayam Nol Besar. Bermodalkan semangat juga Nekat. Beli beberapa bibit ayam dimasukan kedalam kardus dan siap meluncur ke Cibinong, Depok.

Dua hari anak-anak ayam ini didalam kandangnya Depok dilanda hujan tak berkesudahan. Entah anak ayam ini stres karena kedinginan atau galau dengan kandang baru, satu per satu tumbang.

Gugur sebelum takbiran. Ini cerita saya tentang berusaha ayam skala mini-mikro.

Terimakasih sudah membaca dan selamat menikmati foto dokumentasinya.

 


 

#10

agak asem, sedikit berderetak tak biasanya. menunggu, jawaban dari doa semalam.
pagi ini, rekan baru pulang survei lapangan di kota malang. siiplah, minuman rasa buah apel dan markisa.

Senin, 01 September 2014

#8

#8 jeruk dingin. semoga hari ini tetep sejuk di dalam walau terik di luar sana.

2 jam 30 menit 17 K

Kaki saya masih pegel. Sisa kram kaki masih terbawa sampai meja kantor pagi ini. Bahu-bahu saya juga terasa pegel. Otot badan masih kaku. Kemarin saya ikut lomba lari Independence Day Run 2014 yang 17 Kilometer. Mengukuhkan, 31 Agustus 2014, adalah jalur lari terpanjang saya sampai saat ini. 

Jadi begini ceritanya....

Pendaftaran

Gratis, saya suka yang gratis. Apalagi ini Lari. Saya suka olahraga lari namun bagi saya olahraga lari tetaplah nyusahin dan bikin capek. Buat apa membayar sesuatu yang nyusahin dan bikin capek. Pendaftaran online bisa memalalui website http://www.garudafinishers.com/ atau bisa cek twitternya. Kalo saya tau informasi lomba ini dari adik yang sudah duluan hobi dengan olahraga ini. 

Print Screen ID REGISTRASI
Setelah daftar online kemudian muncul informasi dan ID Registrasi kita. Kemudian dikirim email konfirmasi kalo kita sudah terdaftar. Karena buat begayaan, ID Regestrasi saya Print Screen dan share ke kawan-kawan dekat. 

Race Pack Collection (RPC)

Gak ribet ngambil Race Pack yang berupa Kaos, Nomor BIB, dkk. Pengambilan Race Pack selama seminggu sebelum hari-H. Terorganisir dengan sangat baik. Bahkan keteika email konfirmasi pendaftaran saya hilang, saya tetap bisa mengambil Race Pack dengan menyertakan ID Registrasi yang saya simpan. Pesan Moral: Terkadang begayaan itu ada manfaatnya! *salam dangdut*

Independence Day Run 2014
 
Pelepasan oleh Bapak Presiden SBY
Mari Kita Lari. Sampai lokasi start jam 5.30 sudah agak ramai. Start line di jalanan depan Istana Presiden. Sebelum start diadakan upacara bendera. Start dibuka oleh Bapak Presiden SBY. Ketika bendera start diangkat SBY tanda lari dimulai.

Dua Kilometer pertama saya sangat bersemangat karena teringat nasihat kawan yang pernah ikut Independence Day Run 2013 agar diusahakan 5 K pertama harus di depan. Mempertahankan tetap lari hanya kuat sampai di 3 K pertama.

Setelah itu, saya mengalami kejadian terus-di-balap-orang-dan-tidak-pernah-dapat-membalap-satu-manusiapun-di-depan! hahaha...

Saya tetap mempertahankan untuk berusaha lari, minimal lari kecil. Sampai tanjakan dekat Stasiun Sudirman, sudah semakin banyak orang yang membalap saya. Bahkan peserta berbaju putih, kelompok lari 5K, yang start di belakang saya sudah menumpuk di depan saya. Hah haha! sedari awal memang bukan medali yang saya kejar tapi Finish Line.

Saya cukup tau diri, hanya 1000 medali disediakan oleh panitia untuk 17K. Yang penting bisa tetap happy diantara otot-otot tubuh yang mulai menegang dan napas yang kembang-kempis. Harus HAPPY dan sampai FINISH.

Menjelang sampai Jembatan Semanggi saya udah berasa capek banget. haks! ngos-ngosan tiada tara dan makin sering dibalap orang tapi saya juga udah bisa balap orang di depan saya trus dibalap lagi #eh...

Lutut saya mulai berasa sakit di 10 K. Mungkin teknik lari saya salah, jadi ketika kaki jatuh tumit duluan. Bener-bener nyusahin. Masuk 13 K kaki kiri saya mulai kram. Aww.. !! Mau maksa lari bener-bener sakit, saya hanya bisa jalan.

Sesekali saya coba lari kecil, tapi langsung terasa otot betis kiri ketarik. Lutut saya juga sakit ketika menapak jalan. Kaki kalo ditekuk agak kebelakang pun tak bisa karena otot mengeras. Saya tidak mau maksa diri. Kembali Jalan. hahaha...

Masuk 15 K jalur lari sangat padat oleh masyarakat yang berolah raga. Sisa 2 K lagi, kaki kanan saya mulai keram di betis. Lutut sakit. Jalan pelan aja terasa sakit. Bahu juga. Hahaha.. saya sadar mungkin pemanasan saya gak maksimal.

Masalah kembali datang. Dari si Tuan Perut. Sialnya, tiba-tiba Tuan Perut mulai protes minta makan. Konsentrasi buyar yah... lutut kaki sakit, otot betis keangkat dan lapeeeeerr. Rasanya mau nyerah aja dah, toh saya gak bakal dapet medali juga. Saya pikir lagi, tinggal 1 K.

Sayang banget kalo nyerah yah. Saya tetap jalan menuju Finish Line, padahal saya udah di Balap sama peserta yang maraton dari Bandung! haha...


300 meter sebelum Finish Line, adik saya telpon nyari saya dimana. Saya bilang udah deket finish, tunggu aja. Monas udah keliatan gede banget. Bah! Kaki saya malah dua-duanya Kram! Orang-orang berkumpul di Finish Line buat nunggu tough warrior, peserta gabungan TNI-Polri yang lari 17 K dengan Seragam Tempur Komplit.

Saya jalan pelan-pelan biar otot betis gak ketarik-tarik dipinggiran sambil megang pagar pembatas. Malu. 300 meter yang jahanam-lah buat saya ketika itu. Kalo gak lanjut kan sayang banget. Jadi bodo amat jalan pelan-pelan yang penting sampai Finish.

Alhamdulillah saya bisa sampai Garis Finish. 2 jam 30 menit 17 K dengan susah payah,maaaak. Sudah barang tentu saya gak dapet medali. (Ohya, Adik saya mendapatkan medali, lumayan bisa pinjam buat properti foto-foto). Jatah pisang dan minum di belakang Finish Line masih banyak.

Saya gak punya pesan khusus, cuma mau cerita aja. Prestasi yang diraih cukup untuk saya aja, karena saya tidak ada prestasi di IDR2014, kecuali saya mau mencoba lari 17K. Mari Lari. Terimakasih Panitia Independence Run Day 2014.

Foto-Foto

Suasana Ketika Ngambil Race Pack
Posisi Saya :)
Finish Line
Medal Jaya

Minggu, 31 Agustus 2014

#7

#7 saya ikut lomba lari. perdana dengan jarak 17 K. kaki keram, lutut sakit dan tidak dapat medali 1000 finishers pertama. namun, saya sampai finishline. Alhamdulillah.

Sabtu, 30 Agustus 2014

#6

ketika #6 saya mendapati kemacetan pengantar dan keluarga wisudawan salah satu kampus negeri.

Jumat, 29 Agustus 2014

#5

#5 saat ini jumat asyik. dimana tukang bubur sengaja di perbolehkan masuk kedalam kantor. selamat makan bubur ayam,bung!

Kamis, 28 Agustus 2014

#4

hai #4 maaf telat. hari yang melelahkan yah, pom bensin bagai arena menebar sabar. antrian panjang dimana-mana. bahkan bensin eceran bak hilang tertelan ibu pertiwi.

Rabu, 27 Agustus 2014

#3

#3 apa kopi pagi mu? sudah mendingin dan setengah mengisi cangkir mu?
selamat pagi.

Selasa, 26 Agustus 2014

#2

#2 Hai Pagi... Jl. Raya Bogor sudah berdetak oleh raungan bunyi knalpot dan sesekali bunyi klakson. Semangat Pagi...!!!

Minggu, 17 Agustus 2014

JAJAN: Memburu RM Malah Dicubo Bandung

Informasi keberadaan RM Malah Dicubo sudah saya dapat setahun yang lalu, dari kakak sepupu yang juga wartawan sebuah majalah anak muda. Baru Agustus tahun ini saya berkesempatan mencobanya. Letak Rumah Makan Padang ini memang sulit-sulit mudah. Sebenarnya berada di Terminal Bus, nama terminalnya Terminal Stasiun. Tepatnya di Stasiun Hall Selatan No. 27.


Saya pendatang, bukan orang bandung aseli. Cukup kerepotan mencari RM ini. Penyebab kerepotan adalah karena jalan Bandung yang banyak satu arah dan informasi dari beberapa blog yg bilang lokasi RM ini di belakang stasiun bandung.

Informasi dari salah satu bloger yang bilang kalo RM ini berada di Jl. Stasiun Selatan namun ketika saya tanyakan ke tukang parkir di Jl. Stasiun Barat doi malah keder.

Jadi begini....

Saya naik motor, jadi paling enak jika sudah di JL. Kebon Kawung (pas di depan stasiun bandung) menuju Jl. Pasir Kaliki mentok belok kiri. Nanti akan ketemu flyover pas diatas rel-rel kereta api. Jalan terus sampai ketemu perempatan lampu merah antara Jl. Pasir Kaliki dengan Jl. Kebonjati. Sila belok kiri. Tenang saja ini jalan satu arah. RM Malah Dicubo ada di sebelah kiri setelah RS Santosa Bandung tepat di dalam Terminal. Menu yang terkenal adalah Dendeng.

Harganya juga bersahabat. Walaupun didalam terminal, RM ini menjaga kebersihan dengan baik sekali. Makanan yang dihidangkan rasanya seperti masakanan nenek di kampung saya di Sawah Lunto.

Enyak


Minggu, 10 Agustus 2014

masak ikan lele

sebagai mahasiswa dan manusia saya butuh makan dengan harga terjangkau. bertahan hidup dengan memasak makanan sendiri. apa menu hari ini?

minggu pagi ini saya masak ikan lele goreng. saya beli ikan lele segar (masih hidup) setengah kilo Rp. 11.000
bumbunya:
a. lada
b. lupa gue, antara kemiri atau ketumbar
c. kunyit
d. jahe
e. jeruk (saya lupa jeruk apa namanya, spt di foto)
f. bawang merah, bawang putih

lele-lele yang sudah di beli, sampai kontrakan saya bersihkan kembali dengan air mengalir. kemudian, agar ikan tidak amis saya rendam bersama jeruk.

jahe, kunyit, bawang merah, bawang putih, garem, gula, penyedap dan bumbu yg gue lupa (kemiri atau ketumbar) . itu sema bumbu di ulek sampe rata. setelahbitu semua bumbu di guyur ke ikan lele. dan, goreng sampai garing.

goreng ikan lele biarkan satu sisi mateng, jangan di bolak - balik karena akan menyebabkan ikan hancur. semoga membantu. informasi diatas saya dapatkan dari ibu penjual di pasar. sebetulnya kalo liat tukang penyetan, ikan lele cukup direndam di air (asin?) langsung di goreng.

baiklah, sekian.

salam,
tipank

pasar

pagi ini di pasar. transaksi jual beli. aku butuh makanan dan para penjual mencari untung untuk bertahan.
mari memasak. selamat hari minggu.

Sabtu, 09 Agustus 2014

tidur

hamba mohon, janganlah Engkau sungkan mengetuk dahulu jika hanya dalam niat Engkau kan tiba. dalam lubuk yang terdalam hamba berlari untukMu. mungkin hati ini terlalu pekat hingga banyak yang tersembunyi tidak tersibak.
Tuhan, jika engkau dalam perjalanan memeluk hamba untuk menuntun jalan ini. Tolonglah, Engkau ketuk hati hamba walau hamba masih jauh disini.

kopi satu mata

entah bagaimana, alam bawah sadarku melukiskan kopi pagi ini dengan bermata satu di cangkir. kamu melihatnya juga?