Rabu, 29 Oktober 2014

dEsign

tidak ada yang typo pada judul posting ini. saya sedang tertarik dengan design. terpecut oleh salah satu tanyangan kick andy yang saya tonton via youtube. tentang sebuah desa di magelang yang memliki designer yang berprofesi sehari-hari sebagai tukang kelapa atau tukang batu, namun sukses beberapa kali menang lomba membuat logo.

yup, saya iri. saya rasa ini iri yang positif. lagipula tak ada salahnya bila tidak mencoba. 



lupakan sejenak filosofi dan makna logo.

Selasa, 28 Oktober 2014

PACKING: KONCIAN BAJU

Halo.. jadi begini, saya termasuk orang yang sangat persiapan untuk bepergian. Terutama masalah baju, saya mempunyai perinsip bahwa baju jangan sampai kurang sehingga mengharuskan saya memakai baju kotor atau baju yang sudaj basah oleh keringat. Saya tipikal lelaki yang boros keringat, panas dikit langsung keringetan. Bauk dan lepek. Mau gak mau harus membawa "koncian".

"koncian" adalah istilah saya baju yang dilebihkan. Misal, jika saya harus membawa baju 3 maka saya membawa 4, satu sebagai koncian antisipasi kehabisan baju.

Tapi, kadang saya suka bablas jadi malah tidak praktis klo bepergian. Sumpah, sulit juga mengubah kebiasaan ini. Alam bawah sadar saya langsung membangun mindset ketika saya packing harus melebihkan baju. Saya takut baju saya habis oleh keringat. hahaha

Trip skrg, saya mencoba terapi diri sendiri. Mencoba "nekad" bawa baju ngepas tanpa koncian. Sepertinya seru! Kebayang kalo baju gue abis. Hahaha

salam.

JALAN: JAVA TRIP

Jadi begini... cita-cita memang harus diwujudkan jangan dibiarkan terpendam hanya dalam dunia angan. Salah satu cita-cita saya adalah Java Trip. Mengelilingi Pulau jawa dari Barat ke Timur, dari Utara menuju Selatan. Ketika ide ini muncul adalah sekitar 4 tahun yang lalu, bersama kawan kuliah yang sama-sama sedang pusing menggarap skripsi. Satu dan lain hal, cita-cita itu harus dipendam dahulu. Saya dan kawan tersebut tidak memaksa, cukup menahan dalam hati saja.

InsyaAllah 29 Oktober ini saya akan JavaTrip. Semoga lancar. Sebenernya hanya istilah saja JavaTrip. Saya hanya menegelilingi sebagian Pulau Jawa. Rencana dari Stasiun Pasar Senen - Stasiun Poncol Semarang - Terminal Banyumanik - Terminal Jogja - Stasiun Tugu Jogjakarta - Stasiun Bandung - Stasiun Gambir.

Salam.

Senin, 27 Oktober 2014

Apa beda Kemaritiman dengan Kelautan?

foto diambil disini
Mas Jokowi kemarin 27 Okt 2014 sudah mengumumkan isi Kabinet Kerja periode 2014 - 2019. Sebelumnya memang banyak spekulasi tentang struktur kabinet yang akan dibentuk oleh mantan Gubernur DKI Jakarta ini, namun yang paling sater adalah fokus beliau pada bidang kemaritiman.

Sempat saya berbincang dengan kawan-kawan kuliah yang sedang mendaftar CPNS tahun ini, memang banyak membicarakan issue digabungnya KKP dengan Kementan dan adanya sebuah Kementerian baru tentang Maritim. Apa permasalahannya? Tentu sebagai pencari kerja kami menduga-duga seperti apa kementrian baru yang akan dibentuk ini, toh walaupun akhirnya KKP tetap ada, kemudian muncul Kemenko Bidang Maritim.

okeh, ada Kementerian Kelautan dan Perikanan juga ada Kementerian Koordinator Bidang Maritim.

Apa bedanya?

Sebagai orang yang pernah berkuliah di Fakultas Perikanan dan Kalutan, membuat saya mencari tahu apa perbedaannya. Sepengetahuan saya, tidak pernah didalam ruang kuliah dijelaskan perbedaan Laut dengan Maritim. Sepemahaman saya arti keduanya sama saja. Ternyata saya salah.

Mari kita memulai dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online.

laut menurut KBBI online adalah kumpulan air asin (dalam jumlah yang banyak dan luas) yg menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Kemudian, kelautan adalah  perihal yg berhubungan dengan laut.

maritim menurut KBBI online adalah berkenaan dengan laut; berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut.

Jika kita berpijak perbedaan makna antara Maritim dan Laut berdasarkan KBBI online, maka saya mencoba mengambil kesimpulan seperti berikut:

Kelautan menunjukan sebuah kewilayahan, berbentuk fisik atau kata benda. Indonesia adalah Negara Kelautan karena luas wilayahnya sebagian besar adalah laut. Kalimat ini menjelaskan bentuk fisik Negara Indonesia. 

Kemaritiman menujukan sebagai sebuah kegiatan yang berhubungan dengan navigasi (pelayaran) dan berfokus pada pergadangan (ekonomi).

Tentu tau dong, Kerajaan Majapahit yang tersohor itu. Ibukota Majapahit itu di Trowulan, Mojokerto. Majapahit terkenal karena sebagai Kerajaan Maritim yang Kuat. Namun, Pusat kerajaan berada di "darat". Contoh lain adalah Inggris dan Belanda, negara yang kecil dengan garis pantai yang tidak seberapa dibanding Indonesia, memiliki armada laut yang tangguh. Kedua negara tersebut mendapat predikat negara maritim yang kuat.

foto diambil dari sini. tks
Maritim yang kuat disini -kabinet kerja mas joko- saya rasa bukan untuk membangunan Angkatan Lautnya tapi yakni Angkutan Lautnya. 

***
Kembali dengan kabinet kerja mas joko, dengan dibentuknya Kemenko Maritim menjadi hal yang luarbiasa. Ekspektasi saya akan segera dibangun galangan kapal yang bertaraf internasional di sudut-sudut pulau di Indonesia. Akan dibangun sekolah-sekolah pelayaran yang akan mencetak pelaut hebat ditepi-tepi pemukiman nelayan Indonesia. Banyak kapal penyebrangan yang berplat merah -- tentu dengan fasilitas yang lebih baik-- berseliweran di penjuru Nusantara. Kemudian, ekspektasi saya melayang membayangkan akan muncul banyak kapal cargo yang berbendera Indonesia di Lautan Dunia.


Minggu, 26 Oktober 2014

JALAN: VAKANSI UNGARAN SEMARANG 2014 (4)

PUNCAK

aku share pemandangan dari dan di puncak gunung ungaran. nanti ku ceritakan bagaimana pengalaman pendakian disini. terimakasih, salam.






Sabtu, 25 Oktober 2014

JALAN: Vakansi Ungaran Semarang 2014 (3)

Promasan

Desa terdekat dengan puncak gunung ungaran. Siang itu cukup terik di desa ini, samar-samar ketika kaki ku melangkah mendekati desa ini terdengar alunan dangdut campursari. Bisa kutebak, hari ini ada gelaran hajat pernikahan di desa promasan. Sempat aku berpapasan dengan beberapa tamu undangan yang berbaju khas orang kondangan selepas meinggalkan pos pendakian mawar. Sebuah perjalanan kondangan yang penuh dedikasi nampaknya sebab berjalan sebegitu jauhnya. Jika di Jakarta, dedikasi berangkat kondangan dilalui dengan menembuh kemacetan jalanan ibukota.

Aku hanya ingin mandi sore itu. Sore pertama di Ungaran. Udara sore memang sudah sedikit menusuk-nusuk. Tapi, aku ingin mandi. Seperti cerita sebelumnya, ketika itu weekday, ungaran sedang banyak dikunjungi, otomatis antrian menumpuk di kamar mandi.

Pilihan ku adalah mandi di air pancur. Air pancur ini dibangun oleh sebuah bangunan yang terbuka. Lantai yang sudah dikeramik. Setelah memantau dan sempat bertanya, baru kuketahui bahwa khusus lelaki yang boleh mandi disana. aku bertanya kepada seorang anak kecil yang sempat menegurku karena memakai alas kaki ketika masuk ke dalam bagunan ini.

Setelah mandi dialam terbuka, tentu aku mandi dengan pakaian setengah lengkap, cukup menghangatkan badan. Entah, bagaimana penjelasan secara medis bahwa mandi di gunung yang dingin malah bikin badan cukup hangat.

Ada sebuah monumen, berupa candi promasan yang terletak pas disamping bangunan ini. Mungkin dulu memang ada sebuah candi yang bernama promasan di desa ini, entah. Dibalik gunung ini ada sebuah kompleks candi, yang bernama gedong songo. Sebuah lokasi pariwisata yang cukup terkenal di Kota Semarang.
  

Kamis, 23 Oktober 2014

JALAN: Vakansi Ungaran Semarang 2014 (2)

  Pos Pendakian Mawar


Terakhir ke Ungaran tahun 2010. Banyak yang berubah selama 5 tahun belakangan ini. Ungaran bertambah bangunan, bertambah punglinya juga untuk sampai ke pos pendakian mawar ini. Banyak warung berjulanan yang dibangun oleh bilik-bilik bambu. Membeli es teh adalah hal yang tak mungkin jika sampai pos pendakian ini. Ungaran bertambah panas memang.

Jalur pendakian tidak banyak berubah kecuali sangat banyak pendaki yang aku temui. Pendaki yang aku temui ada yang berjalan dalam kelompok kecil maupun kelompok besar. Sesekali aku harus jalan mengular sebab banyaknya peserta pendakian hari itu. Aku lupa menceritakan jika saat itu weekend.

Menikmati perjalanan dengan melihat pohon hijau dan beberapa burung yang sesekali melintas diatas kepala. Tujuan berikutnya adalah desa promasan. Sebuah desa yang terletak di perkebunan teh.

Setengah perjalananku menuju desa promasan ditemani alunan musik. Seorang kawan menyalakan aplikasi musik dari hape-nya. Teknologi memudahkan kita meramaikan suasana yang seharusnya tenang.


Rabu, 22 Oktober 2014

JALAN: Vakansi Ungaran Semarang 2014 (1)

KERETA KELAS EKONOMI

DILAN ~ PIDI BAIQ
Salah satu moda transportasi dari Ibukota Indonesia menuju Semarang dengan naik kerata api. Kesempatan ini saya menumpang KA Brantas. Kereta kelas ekonomi ini sudah sangat manusiawi dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu. Fasilitas AC, tempat duduk sesuai tiket dan tidak ada pedagang yang masuk kedalam peron apalagi gerbong kereta adalah hal yang tidak mungkin dijumpai 10 tahun lalu.

Rel kereta yang sudah ganda, double track, menghemat perjalanan Jakarta-Semarang menjadi "hanya" 6 jam saja menggunakan kereta kelas ekonomi. KA Brantas berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 16.00 dan tiba di Stasiun Poncol Semarang Pukul 22.20.

10 tahun yang lalu sangat tidak dimungkinkan aku membaca buku didalam kereta kelas ekonomi, jika perjalanan dari rumah untuk ke Semarang atau sebaliknya. Ketika itu gerbong penuh dengan manusia, apalagi jika aku  pulang pada weekend dan musim libur kuliah. Penuh sesak, penuh peluh dan sangat tidak manusiawi. Namun, kemarin berbeda aku dapat membaca buku yang segaja kubeli untuk vakansi kali ini.

Aku tidak bisa tidur dan buku pidi baiq menemani malam itu, entah energi apa yang membuat aku kuat membaca hingga aku sadar bahwa buku hampir tuntas kubaca ketika pukul 21.30. Antara penasaran untuk melanjutkan dan rasa sayang untuk me-sisa-kan bab terakhir untuk perjalanan pulang dari Semarang. Tentunya aku tuntaskan malam itu juga membaca "Dilan".

Sebelum menuju ungaran aku istirahat dan menumpang bermalam di kosan kawan di daerah banyumanik. Melanjutkan vakansi ungaran besok paginya.