Minggu, 29 Desember 2013

Buku: Edgar & Ellen "Rare Beasts"

  Edgar & Ellen
Si Kembar Nakal
"Rare Beasts"
Hewan Langka

Penulis: Charles Ogden
Penerbit Matahati, 2007
159 hal
Jakarta

---
Intro
Jadi Begini...

Ada banyak resolusi kawan-kawan saya yang beredar di group aplikasi whatsapp, salah satunya yang adalah membaca satu buku satu bulan.. hmm, sepertinya menarik!

ini adalah buku pertama yang saya selesaikan sampai KHATAM di akhir tahun ini.. haha
Biasanya semangat mengebu-gebu diawal... diawal gajian, diawal halaman dan diawal mood membaca... setelah itu...? gak semangat menyelesaikannya. dem!
Kenapa saya pilih buku ini untuk dibaca sampai KHATAM? Sederhana saja, karena buku ini tipis.
Untuk membiasakan sesuatu bukankah memulai dengan yang kecil dan mudah dulu? *pasang songkok*

---


Di sebuah kota Nod's Limbs ada sebuah kejadian yang meng-heboh-kan, semua binantang peliharaan anak-anak menghilang seketika. Ternyata Si Kembar Edgar & Ellen -tokoh utama- yang menculik semua binatang peliharaan tesebut dan melakukan "vermak" menjadi Hewan-hewan eksotik!

Sejak halaman pertama pada Bab Awalnya... Penulis sudah memberikan pondasi pada pembaca buku ini bagaimana nakalnya kedua tokoh utama dengan sebuah adegan di atas atap jembatan di malam hari.  

Saya membayangkan saya waktu kecil malam-malam duduk diatap Jembatan Ampera.

Penulis buku ini membawa saya terus pada adegan-adegan kelakukan bocah kembar yang badung, bangor, juga jorok di setiap halaman buku. Mungkin itu sebabnya, ketika pertama kali membuka buku ini pas di balik cover --penulis segera memberikan PERINGATAN:

Jika dihadapkan pada masalah yang penting dan sulit. 
Tanyakanlah pada dirimu, "Apa yang akan dilakukan oleh Edgar & Ellen?" 
Maka Kamu harus melakukan kebalikan dari apa yang mereka lakukan!

Sisanya... sila membaca saja!  :D

Saya sempat membolak-balik beberapa halaman, karena saya belum membiasakan lagi membaca buku. Beberapa kali saya lost dengan ceritanya, saya harus membaca halaman sebelumnya biar saya dapat menikmati cerita dari buku ini. Sekali lagi, disebabkan saya sedang membangun mood membaca lagi.

Agar bisa menikmati cerita absurd pengalaman si Kembar Nakal ini saran saya, buatlah jus jeruk dingin dan beberapa cemilan asin untuk menemani weekand kamu dalam membaca buku ini. 
Putar musik slow-rock agar mood baca kamu terpompa. Pilihlah waktu jam 10 pagi di balkon lantai atas rumah. Jangan lupa, pilih bulan Desember yak!

Salam.


Sabtu, 28 Desember 2013

Karimunjawa dan PSA Penyu

Jadi begini ceritanya...

Perahu layar itu sampai juga di Pulau Menjangan. Hampir putus napas saya dipaksa mendayung di tengah laut karena tiba-tiba angin hilang! haha

Berangkat dari pulau Karimunjawa menuju lokasi Penetasan Semi Alami (PSA) Penyu Karimunjawa. Entah kenapa, bapak pembimbing PKL saya menggunakan perahu layar untuk menyebrang. Kata beliau, "cuaca cerah, angin bersahabat" dan sebagai pendatang saya percaya saja. Namun, Tuhan punya kehendak lain di habiskanNya angin ketika perahu layar saya tepat ditengah antara Pulau Karimunjawa dengan Pulau Menjangan.

Tersebutlah pengalaman saya diatas tentang Praktek Kerja Lapangan tentang Konservasi Penyu di Karimunjawa.

Di Pulau Menjangan ada sebuah rumah semi terbuka. Beratapkan seng dengan dinding terbuat dari jaring-jaring kawat. Lantai dari rumah tersebut terbuat dari pasir pantai, lebih tepatnya tidak berubin. Nah, didalam rumah itu ada beberapa ember yang berisi telur penyu.

Telur penyu yang terdapat di dalam ember itu adalah sebuah upaya konservasi. Telur-telur penyu itu diambil dari lokasi sarang alaminya. Kemudian dipindahkan ke PSA (Penetasan Semi Alami) agar telur penyu itu punya kesempatan menetas yang tinggi menjadi tukik.

Dalam kesempatan PKL ini saya mempunyai kesempatan belajar tentang proses tagging.

Tagging adalah upayainventarisa si penyu yang melintas di perairan Karimunjawa. Semua penyu yang kebetulan melintas atau tertangkap jaring oleh nelayan akan di inventarisasi. Proses tagging itu sendiri adalah men-steples penyu dengan logam anti karat yang memiliki nomor khusus.

Upaya inventarisasi penyu, diantaranya berupa:
Menimbang berat penyu, mengukur panjang dan lebar karapas, mencatat jenis penyu dan jenis kelaminnya.

sayangnya, foto-foto dan dokumentasi saya sampai 2009 akhir hilang semua. saya tidak punya foto dan kenangan selama di Karimunjawa.

Sekian.

Rabu, 18 Desember 2013

BATIK SARUNG JOK PENUMPANG BUS AKAP

Sudah berjalan kurang lebih 4 bulan ini saya menjadi pelanggan setia bus AKAP. Saya perhatiakan setiap jok penumpang memiliki sarung yang khas. Dan, bermotif batik. Berikut 3 Batik Sarung Jok Bus. Semoga bisa nambah :))

BATIK SARUNG JOK BUS PRIMAJASA JAKARTA - TASIK

BATIK SARUNG JOK BUS DAMRI JATI NANGOR - DIPATI UKUR (BANDUNG)
BATIK SARUNG JOK BUS MGI BANDUNG - DEPOK

Kamis, 12 Desember 2013

MENEMPEL DI KACA

 
memang ada kalanya kita harus menunggu, namun untuk sebuah kebiasaan kita harus memaksakan diri agar biasa #sotoy

Rabu, 11 Desember 2013

KELAS INSPIRASI (2)

Entah kenapa saya lagi senang "pamer" foto-foto. Sialnya pada posting ini bukan foto jepretan saya.
Foto yang saya "pamer" masih dalam kegiatan Kelas Inspirasi, foto dibawah ini adalah suasana kumpul persiapan Kelas Inspirasi BoTaBek (Bogor-Tanggerang-Bekasi) yang berlangsung di Mabes Indonesia Mengajar.




Yap! Setelah saya ikut Kelas Inspirasi Depok, saya juga ikut Kelas Insipasi Bekasi. Saya simpatisan virtual, rame-ramean di Aplikasi WhatsApp. Asik.. Berikut kawan-kawan saya dari Kelas Inspirasi Bekasi. Ceritanya ini syukuran para panitia. Tau lah ya ini dimana... :p


KELAS INSPIRASI 2 - JAKARTA

Ceritanya saya mengikuti kegiatan Kelas Inspirasi 2 - Jakarta. 20 Februari 2013.

Awal saya tau Gerakan Kelas Inspirasi (KI) dari seorang kawan SD dulu, doi posting pengalamannya di blog-nya. Kemudian saya (jujur) iseng daftar di wesbite Kelas Inspirasi tentunya setelah browsing sana-sini di dunia maya. Ternyata terpilih sebagai relawan pengajar.

Apa Kelas Inspirasi?

Kelas Inspirasi adalah pengembangan dari Indonesia Mengajar (IM). Sudah tau dong dengan Indonesia Mengajar? Masih dengan issue pendidikan, perbedaan KI dengan IM adalah waktu yang dipakai untuk turun tangan. IM turun tangan selama setahun sedangkan KI cukup sehari saja. KI mengajak, menghimpun dan menyebarkan para profesional berbagai bidang keahlian untuk berbagi cerita tentang profesinya kepada murid-murid Sekolah Dasar Negeri.

Untuk bisa menjadi Relawan KI, calon relawan harus mendaftar dan mengisi beberapa form yang disediakan. Kemudian para panitia (yang sebenernya juga relawan) melakukan seleksi. Selanjutnya, para relawan akan di kelompokan dalam 1 sekolah. Kelompok relawan ini terdiri dari beberapa bidang profesi.

Ngapain?

Kamis, 05 Desember 2013

Lebaran Kemana lagi? Pantai Muntun dan Pulau Tangkil

Di Pasar Panjang, Lampung, saya menikmati sarapan Bubur Ayam. Lumayan enak, walaupun saya masih belum terbiasa makan bubur disajikan dengan kuah kari.

Jam menunjukan pukul enam pagi. Udara Lampung Selatan enak sekali, pemandangan berbeda dengan suasana Jakarta sudah barang tentu...

Kemana selanjutnya? Kami sekeluarga benar-benar hanya bergantung dengan hape pintar milik adik saya. Bertanya pada mbah google dan mendapat jawaban: Pegilah wahai kelian ke Pantai Mutun dan Pulau Tangkil!

Yap.. satu masalah terselesaikan, kami percaya saja pada jawaban google. Akhirnya kami tak perlu mati gayak di Lampung!

Tidak terlalu jauh menuju Pulau Mutun dari tempat kami sarapan. Kurang lebih satu jam saja dari tempat kami sarapan di Pasar Panjang. Tentu berbekal dengan GPS Portable di mobil kami dan ditandem dengan Google Maps dari hape pintar adik.

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

Hamparan pasir putih dengan birunya laut yang dinikmati. Bale-bale bambu banyak terdapat di pantai ini sehingga tidak perlu khawatir jika ingin istirahat sejenak setelah bermain di laut. Beberapa keluarga membawa tikar atau juga bisa menyewa tikar. Berasa Piknik yak kalo bawa-bawa tikar.

Ingin menuju Tangkil Resort dari panti mutun, silakan menyebrang menggunakan jasa "ojek" --sebuah perahu nelayan yang disewakan. Harga jasa penyebrangan satu orang 5.000 Rupiah Pulang-Pergi.

Jika sudah puas bermain di Tangkil Resort tinggal hubungin kang ojek yang sebelumnya mengantar ke Pulau Tangkil maka segera perahu menjemput kita kembali. Jangan lupa, minta no hape kang ojek-nya. Tidak ada perbedaan harga klo kita mau lebih lama bermain di Tangkil Resort. Saran aja, datang bada shubuh ke Pantai Mutun. Nikmati sunrise dengan tenang karena belum banyak pengunjung. Jam 8 pagi pergilah menyebrang ke Pulau Tangkil, maka sebelum panas terik siang bolong sudah kelar hajat piknik di Pulau Tangkil.

Sangat beragam wahana yang di tawarkan. mulai dari banana boat, kayaking, snorkling dkk. semua tersedia. satu hal yang bikin asyik berwisata disini: SEMUA PAKE TIKET. Tiketnya pun jelas, bukan sekedar asal potokopi aja. ada nomor tiketnya. sewa bale-bale ada tiketnya.. dan, penjaga pantai akan rutin, nanyain tiket ke pengunjung dengan sopan. asik deh.. Semoga terus terkelola baik seperti ini.

Buat yang mau coba keliling Pulau juga bisa, ada sedikit "hutan" buat blasak-blusukan. Di sisi pulau yang hening tanpa wahana permainan akan bisa di temui para pemancing.

Foto-Foto



Rabu, 04 Desember 2013

Lebaran Kemana Lagi? Lampung Selatan

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika kegiatan berlebaran, keluarga kami selalu padat di Jakarta atau kami pulang kampung ke Sumatera, tahun ini kami lebaran hanya ke beberapa keluarga inti saja. Tidak juga pulang kampung ke sumatera.

kemudian...

Kejadiannya ketika Lebaran Idul Fitri hari ke-3. Nampaknya Ayah sudah bosan begitupun kami, anak-anak beliau, rindu suasana mudik. Mengendarai mobil bersama keluarga, melihat pemandangan sumatera dengan topografinya yang tidak datar. 

Jika beruntung, di dalam perjalanan mudik kami ke sumatera, setelah shubuh kami melihat kawanan monyet tiba-tiba menyebrang jalan, atau menyaksikan beberapa keluarga babi hutan yang bergerombolan. Jika beruntung, melihat Harimau menyebrang jalan. Pastinya kami rindu naik kapal fery menyebrang Selat Sunda. 

Seperti penjelasan diawal, tahun ini kami tidak mudik.

Kemana lagi nih? ~ kira-kira begitu pertanyaan kami kepada kami sendiri.

Ke Lampung? Nyebrang aja sampai Lampung. Trus Balik lagi. Gimana? ~ada yang nyeletuk.

Hm.. masih H+3. Belum arus balik. Merak pasti sepi, begitu juga Bakauheni. dari pada ke Anyer, Pasti macet! ~kurang lebih alasannya seperti ini.

Malam minggu, 10 Agustus 2013, kamipun meluncur menuju Merak.

Foto-Foto

Senin, 02 Desember 2013

Geologi

Tahun ini saya memutuskan untuk kuliah. Melanjutkan studi lebih tepatnya. Setelah mencari informasi hampir 2 (dua) tahun, akhirnya saya memilih Teknik Geologi. Menjadi hal yang biasa jika pemilihan jurusan Teknik Geologi adalah sebab saya berasal dari jurusan yang sama.

Saya memiliki latar belakang Jurusan Perikanan dengan Kosentrasi Manajeman Sumberdaya Perairan. Memilih Teknik Geologi berdasarkan saya ingin memperluas pengalaman dan wawasan saya tentang Terumbu Karang dan Pulau Kecil berdasarkan ilmu baru saya ini.

Kenapa lagi?
Sebab saya masih boleh kuliah oleh instansi di kala weekend.


Kelas Inspirasi Depok 2013



ini adalah kawan-kawan baru saya. menjalankan Gerakan Kelas Inspirasi Depok.

Senin, 18 November 2013

KAPAN TERAKHIR KE MUSEUM

akhirnya bisa kembali masuk ke museum. setelah entah berapa tahun saya tidak masuk ke museum.

tidak terlalu mahal masuk Museum Geologi yang berada di Bandung. Berbekal Kartu Mahasiswa saya hanya membayar tiket masuk Rp. 2000. Berapa tiket Umum? Hanya beda seceng lebih mahal dengan harga pelajar.

ketika saya masuk ke kedalam museum ini sangat banyak anak-anak usia Sekolah Dasar datang bergerombol. Seprtinya mereka dari sekolah atau domisili yang sama. seruu...!! 

memang museum biasanya sepi, terkadang begitu-begitu aja. tapi saya menikmatinya. melihat dan mencoba membayangkan apa yang ditampilkan oleh museum sebuah piknik imajinasi tersendiri bagi saya.

melihat replika fosil T-Rex dan membayangkan jika mereka hidup di masa ketika saya hidup saat ini. atau mebayangkan Teori Revolusi Darwin. 

harapan saya bisa kembali jalan-jalan ke museum. aamiin.




Minggu, 28 Juli 2013

Dari Semarang Menuju Rock N Roll

SI AMRONK
Begini Ceritanya.

Kami adalah mahasiswa di Kota Semarang. Saya punya motor namun tidak punya kerabat di Jawa dan kawan punya kerabat di Dieng tetapi tidak ada motor. Klop! Kami bersimbiosis mutualisme dalam membakar jenuh.

Karena kawan itu memberikan pengalaman yang seru, maka saya buka identitasnya. Sebut saja Amronk, mahaiswa asal Tanggerang. bagi saya amronk adalah pengendara motor yang sangat mengerti saya sebagai seorang boncengers! 

Selama perjalanan Rock N Roll kami mengendarai Supra X 110 CC, ketika itu moda transport yang sangat bersahabat. masih kuat di pacu kecepatannya dan tidak boros minum premium. Cocok bagi kami yang masih mahasiswa. Berangkat dengan tujuan pertama rumah Kakek dan Nenek Amronk di Wonosobo. Perut kosong selama perjalanan segera terisi oleh makanan khas rumah Kakek dan Nenek Amronk.

Esok hari setelah kami sampai rumah Kakek dan Nenek Amronk segera meluncur ke Banjar Negara untuk melihat Waduk Mrican dan bersilaturahim ke sanak-saudara Amronk yang lain.Seharian kami bersilaturahim dam menikmati waduk yang punya nama lain Bendungan Panglima Besar Soedirman.

Kemudian kami Rock N Roll ke Dieng. Mengasah kemampuan motor dengan medan tanjakan. Menikmati kehidupan masyarakat Dieng. Sembari melupakan sejenak urusan kampus.

Ketika itu Tahun 2009, sedang tenar tentang berita Syeik Puji.

Foto-foto

Senin, 08 Juli 2013

SEMOGA KAMU INGAT

disadari atau tidak, foto ini adalah monumen bagi saya. karena foto ini adalah saksi bisu pertama kalinya saya mengajak kamu jalan. masih ingatkah? :)


kita sebut saja judul foto ini ~ P

Senin, 04 Maret 2013

SAM POO KONG

Sebagai Mahasiswa Rantau, Piknik adalah mutlak. Maka saya perkenalkan: Sam Poo Kong! adalah Kuil Tionghoa di Semarang. Sejati memang tempat peribadatan, namun dibuka untuk umum. Terletak di daerah Simongan, Semarang.

Bagi mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang, Sam Poo Kong kadang digunakan lokasi refreshing sejenak. Kawasan Kuil Sam Poo Kong yang didominasi warna cerah cukup membuat kami berharap menjadi juga tercerahkan. Berikut kisah saya dalam bentuk visual. Sebagian besar foto saya yang jepret, jika itu gambar saya difoto maka kawan saya yang potret. Sebut saja kawan itu bernama Jay.

Kejadian ini pada tahun 2009, ketika kami sedang berkawan Tugas Akhir.

Foto-foto

Selasa, 12 Februari 2013

BIAK - PAPUA

Saya pernah mendapat kesempatan ke Papua. Pulau Biak lebih tepatnya. Sebuah pengalaman yang ketika itu bisa saya dapatkan karena tugas kantor. Kira-kira tahun 2011 lalu.

Saya menjadi instruktur untuk penggunaan Fish Finder (FF) dan GPS kepada para nelayan. Pengalaman saya, nelayan Biak itu sopan-sopan. Tapi, panas banget sob! sumpe gue berkeringat hebatlah..

Kontur dasar launya cadas! gak flat, naik turun. dalam 100m perjalan perahu kita bisa dapet perbedaan kedalaman yang ekstreem. jadi, lima menit perahu angkat jangkar kedalaman masih 10 m (misalnya), sepuluh menit kemudian kedalaman laut berdasarkan data Sonar di FF sudah 100-an m. Maju dikit perahu, kedalaman udah 200-an m.

Antusiasme neyalan biak pun sangat ciamik. Perahu yang kita pakai untuk praktek alat di lapangan tidak terlalu besar.

Pantai Biak itu endaaaaaahhhh abeeeesss.....!!!!

Sebenernya saya mencari ulat sagu, karena penasaran. Namun, di Biak tidak banyak ulat sagu. Saya mencoba Pinang, khas Papua sekali. Setelah mencoba pinang, yang saya rasakan seperti minum beralkohol. "naik-nya" lumayan cepat dan langsung pening-pening kepala. Beberapa kawan kantor bilang, pinang memang mengandung kadar alkohol. entah lah :)

Ini adalah warung penjualan Pinang dan Kapur
Merah-merah bukti nyoba pinang