Kamis, 29 Januari 2015

Ngeblog

keasikan baru saya saat ini adalag ngeblog. baca blog orang. baca buku dan mereview. sialnya, ketika membuka blog baru, yang saya lakukan melulu adalah bolak-balik gonta-ganti tema blog, setting-setting, dan ngeliat mulu isi blog yang baru seiprit. merasa banyak yang kurang dan harus segera dibenerin. kurang kerjaan hah haha..

butet, seniman dari jogja, pernah menulis tentang sebuah karya. karya menurut butet, berdasarkan pemahaman saya, seperti sebuah proses pencernaan. ketika karya sudah dikeluarkan, layaknya hasil sekresi yang memang harus dikeluarkan. dan, udah gak perlu lagi kita mengamati bagaimana hasil sekresi kita. karya adalah sebuah hasil dari proses, yang sebagai manusia memang harus dikeluarkan. sesegera mungkin, kalo ditahan menjadi penyakit.

mengeluarkan karya, pada jaman saat ini bisa dilakukan dimana saja. salah satunya, blog. hasil sekresi manusia tidak perlu dipublikasikan besar-besaran. yang penting dikeluarkan. jadi, saya tidak perlu malu jika tidak banyak yang komen di blog ini.

jadi begitu..

Sabtu, 24 Januari 2015

Film: Ponyo

Ponyo. Film ke-2 garapan Studio Ghibli yang saya tonton tadi pagi. Tentunya sebelum Ponyo saya sudah menonton Pororo yang legenda itu. Nonton Ponyo dan Pororo entah mengapa mengingatkan saya pada kartun pagi tahun 1990an, "Remi". Khasanah film kartun jepang saya mentok di doraemon, shinchan dan dragon ball, setelah itu saya tidak pernah menonton film kartun. Bahkan One Piece saja saya cukup sampai komiknya, tidak filmnya. Atau, yang lagi nge-hip film Saint Seiya yang saya kira film orang --- seperti filmnya Samurai X--- 30 menit pertama saya sudah malas melanjutkan.

Model film Ponyo ini sangat baru buat saya. Tentang anak ikan (lebih menyerupai ubur-ubur sebenernya) yang ajaib mandraguna tiba-tiba pengen jadi manusia karena suka sama anak manusia beneran, nama Sasuke. Nambah ajaibnya, ternyata Ponyo --- anak ikan tadi --- adalah anak kandung dari persilangan Manusia dan Ikan (semacam dewi samudera gitu). Semakin ajaibnya adalah, orangtua Sasuke dan Ponyo membuat kesepakatan akan menjodohkan anak-anak mereka yang baru usia 5 tahun. Dengan konseksuensi, kekuatan ajaib akan hilang setelah Ponyo menjadi manusia seutuhnya. Di film ini, salah satu keajaiban Ponyo yang berbentuk ubur-ubur itu bisa membuat kaki dan tangan sendiri. Salah dua keajaiban Ponyo juga bisa bikin tsunami yang maha dasyat.

Hah hahaha..

Saya katrok memang. Sok dipikir dan protes saja. Tapi, ini kan film kartu. Imajinasi tanpa batas. Segmen film kartun anak kecil yang masih berfantasi. Selain muka bapak Ponyo yang asem banget, semua karakter di film ini mukanya sangat lucu. Ada beberapa pesan moral yang disampaikan dalam film ini, diantaranya: menerima seseorang atas masa lalunya, ibu yang baik selalu terlihat lebih hebat dari bapaknya, isteri yang lemah lembut itu menyenangkan walau muka suami asem tenan hhehe..

Film ini mengingatkan saya dengan fantasi kecil saya yang bisa berenang di depan kali kampung saya, sambil menaikin ikan sapu-sapu berdasi kupu-kupu.

Saya yang norak pun kaget kenapa ketika googling gambar ponyo ada label disney nya dengan pengisi suara artis holiwut. Film yang saya nonton berbahasa jepang. Entahlah. Begini cerita saya...


Pengolah Data dan Film

Menonton sebuah film bahkan bisa beberapa saat saya mengolah data adalah kegiatan yang menurut saya paling benar saya kerjakan. Saya saat ini adalah operator pengolah data citra satelit harian. Data harian yang diterima berjumlah 4 data sebesar lebih dari 1GB satu datanya. Spek komputer yang belum begitu high-tech menyebabkan waktu pengolahan cukup lama. Sembari loading proses pengolahan data, saya menonton. Sungguh ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh rekan kerja saya. Apalagi sudah dan sedang dalam R&D pengolahan dengan otomatisasi.

Mengerjakan pengolahan dan sambil menonton memang memperberat kerja komputer saya, namun dibandingkan membaca buku dengan menonton membuat saya tetap fokus pada layar komputer. Beberapa film yang saya tonton hampir sebagian besar rekomendasi dan pemberian dari kawan kerja. 

Saya pikir boleh juga saya review. Gada salahnya kan? Begitulah...

Jumat, 23 Januari 2015

TENTANG JAGOAN

1.

pagi yang berkeringat di sekitar ui, depok, saya dan kawan makinun berdiskusi panjang. tentang niat kami untuk membuat sebuah usaha, yang kami sangat paham usaha itu akan kami mulai dari modal kecil. ribuan konsep kami gelontorkan dari sukma masing-masing. berbatang rokok kami hisap hampir tak berjeda. sial memang karena kami berdua paham merokok setelah olahraga sangat tidak baik.

2.

siang yang sangat panas, kami --saya dan makinun-- meminum kopi panas di sebuah warung kopi entah berantah, saya lupa. ide dan pengalaman kami taruh dalam wadah yang sama, ada kecoak ada puntung rokok dan beberapa kata sumpah serapah. dalam bersahabat kami sangat cocok satu sama lain, namun dalam konsep berusaha, saya dan makinun, adalah muruh perang yang sangat akrab.

3.

malam itu bersama nyamuk-nyamuk nakal, kopi yang sudah dingin tanpa gula sama sekali, bunyi kipas yang sudah sangat renta sungguh berisik, saya dan makinun bersemangat bercerita tentang usaha yang berjualan di online media. kami saling menceritakan kisah sukses orang yang berbisnis di online media.


muncul brewok, membagi pengalaman hidup dan memberikan "jalan" agar kami keluar dari lika-liku kehidupan bisnis di alam ide. kami mulai dengan berjualan jersey. membagi tugas satu sama lain, dan dipilih media facebook dengan nama omtipank jersey. bergabungnya brew bersama kami, jadikan kami memberanikan diri dengan menyebut sebagai "jagoan" kemudian membuat group whatsapp dengan nama yang sama.




Kamis, 22 Januari 2015

Ide

mungkin saya bisa menuliskan foto-foto dari instagram saya di blog ini. menceritakan tentang ilmu yang baru saya dalami sejak dua tahun terakhir ini. tentang cerita nyamuk yang lupa melakukan keluarga berencana. atau cerita tentang menuju sehat dengan berolahraga. blogger atau wordpress sama aja yang penting saya mau menulis. em.. gada salahnya di biasakan lagi.

Halo... Mr. Roald Dahl

Tahun ini, seperti tiba-tiba saya menyukai Telur Dadar Kecap dikasih irisan Cabe Rawit, Saya juga sedang menyukai buku fabel bahasa Inggris. Tepat sekali ketika saya mempunyai kawan yang sepertinya cukup aktif di dunia blogger, si nona opat, meminjamkan saya 3 buku karya Roald Dahl.

Ketiga buku yang dipinjamkan, buku didalam foto ini pertama kali saya baca. alasannya karena paling tipis diantara yang lain.

Banyak alasan yang tiba-tiba membuat saya tidak kelar juga menamatkan buku ini. Karena tiba-tiba saya mendapatkan surat yang bisa digunakan untuk membantu thesis saya.

Kebacot janji untuk posting tentang buku-buku yang dipinjamkan nona opat, maka saya "pamer" saja dulu. Sekalian menuh-menuhin blog lagi yang sudah lama gak saya isi. Terimakasih. Begitulah ceritanya. Salam.

Jumat, 02 Januari 2015

2015

ini salah satu foto dan pengalaman terbaik saya di 2014. semoga berkah tahun ini. salam