Sabtu, 24 Januari 2015

Film: Ponyo

Ponyo. Film ke-2 garapan Studio Ghibli yang saya tonton tadi pagi. Tentunya sebelum Ponyo saya sudah menonton Pororo yang legenda itu. Nonton Ponyo dan Pororo entah mengapa mengingatkan saya pada kartun pagi tahun 1990an, "Remi". Khasanah film kartun jepang saya mentok di doraemon, shinchan dan dragon ball, setelah itu saya tidak pernah menonton film kartun. Bahkan One Piece saja saya cukup sampai komiknya, tidak filmnya. Atau, yang lagi nge-hip film Saint Seiya yang saya kira film orang --- seperti filmnya Samurai X--- 30 menit pertama saya sudah malas melanjutkan.

Model film Ponyo ini sangat baru buat saya. Tentang anak ikan (lebih menyerupai ubur-ubur sebenernya) yang ajaib mandraguna tiba-tiba pengen jadi manusia karena suka sama anak manusia beneran, nama Sasuke. Nambah ajaibnya, ternyata Ponyo --- anak ikan tadi --- adalah anak kandung dari persilangan Manusia dan Ikan (semacam dewi samudera gitu). Semakin ajaibnya adalah, orangtua Sasuke dan Ponyo membuat kesepakatan akan menjodohkan anak-anak mereka yang baru usia 5 tahun. Dengan konseksuensi, kekuatan ajaib akan hilang setelah Ponyo menjadi manusia seutuhnya. Di film ini, salah satu keajaiban Ponyo yang berbentuk ubur-ubur itu bisa membuat kaki dan tangan sendiri. Salah dua keajaiban Ponyo juga bisa bikin tsunami yang maha dasyat.

Hah hahaha..

Saya katrok memang. Sok dipikir dan protes saja. Tapi, ini kan film kartu. Imajinasi tanpa batas. Segmen film kartun anak kecil yang masih berfantasi. Selain muka bapak Ponyo yang asem banget, semua karakter di film ini mukanya sangat lucu. Ada beberapa pesan moral yang disampaikan dalam film ini, diantaranya: menerima seseorang atas masa lalunya, ibu yang baik selalu terlihat lebih hebat dari bapaknya, isteri yang lemah lembut itu menyenangkan walau muka suami asem tenan hhehe..

Film ini mengingatkan saya dengan fantasi kecil saya yang bisa berenang di depan kali kampung saya, sambil menaikin ikan sapu-sapu berdasi kupu-kupu.

Saya yang norak pun kaget kenapa ketika googling gambar ponyo ada label disney nya dengan pengisi suara artis holiwut. Film yang saya nonton berbahasa jepang. Entahlah. Begini cerita saya...


2 komentar:

  1. Ralat, bukan Pororo mas tapi Totoro wkwkwk, Pororo itu mah The little pinguin film berseri, itu bikinan Korea hehe

    BalasHapus