Senin, 17 Februari 2014

Ayoo..!! Ayoo... Santaii duluu...


"Ayooo.... Ayooo...."

Hanya dua kata namun cukup memberikan energi positif buat saya, menjadi semangat untuk tetap sadar dan mengayuh sepeda. Weekend ini saya mengayuh sepeda menanjaki sebagian daerah Puncak, Cisarua. Saya baru awal tahun ini "main" sepeda. Terpapar pengaruh adik saya yang kuliah di Jatinangor untuk mengisi waktu minggu pagi kami.

Lanjut cerita "Ayooo.. Ayooo..." tadi.
Saya beruntung diajak kawan kampus untuk ikut kegitan MTB dari kantornya. Persiapan saya untuk MTB ini adalah lari sore 5K dua hari sebelumnya. Berkumpul di Masjid pertigaan Gadog untuk gowes dengan tujuan Curug Panjang. Bersama 21 gowesers lainnya mulai memacu napas tanjakan puncak.


Pagi itu, sebelum gowes sempat berbincang dengan penduduk lokal yang berprofesi sebagai sopir angkot katanya abu volkanik gunung kelud sudah sampai daerah ini, diharapkan memakai masker. Langit saya pandangi sedikit gelap memang.

Tanjakan demi tanjakan saya lewati dengan terengah-engah. Setiap saya disalip oleh pesepeda lain mereka selalu berkata "Ayooo.. Ayoo.." sambil tersenyum. 

Kemudian saya mulai berbincang dengan diri saya sendiri. Saya kurang yakin percakapan dengan diri saya sendiri itu terjadi dimana. Antara dikepala atau didalam hati.

sambil ngos-ngosan, saya berbincang:

"kuat rak,ndes?", kata saya pada diri saya.
"asem.. kuat-kuat to ya...", jawab saya padanya.

gowes lagi.

trus dibalap pesepeda lain,

"Ayoo.. Ayoo..." *senyum
"monggo,pak..." *saya senyum balik

saya berbincang lagi:

"piye,ndes... mosok dibalep terus sih?", kata saya.
"gambus.. ayoo.. ayooo.. balep lagiiii...", jawaban saya pada diri saya.

Akhirnya, selama gowes sepeda... Saya lebih banyak berbincang dengan diri saya sendiri. Saya yang tanya dan Saya juga yang jawab sendiri. Kebetulan dan ini hanya kebetulan belaka, setiap diri saya mulai nyerah selalu ada yang tersenyum --sambil ngebalep sih-- bilang "Ayooo... Ayooo"

Di beberapa tanjakan akhirnya saya hanya kuat dengan menuntun sepeda. Sekitar paha mulai ketarik.


***

"Santai dulu...."

Percaya tidak percaya itu urusan keyakinan. Namun, ada namanya Tanjakan Ngehek!

Ngehek kerena saya harus menuntun sepeda saya, tidak kuat gowesnya. Ngehek karena beberapa orang dengan selow tetep anggun mendudukan pantatnya diatas sadel sambel gowes.

Percaya atau tidak itu urusan keyakinan, saya selalu mencoba diawal tanjakan. Sayang 'kan kalo gak dicoba, toh jarang-jarang juga saya diajak main sepeda kesini. Setiap saya memaksakan diri, diri saya mulai ngajak bercakap-cakap dengan diri sendiri.

"Hajaaaarrr,pak!! gowes.. gowes teruuuusss..."

Sesudah itu  saya memotivasi diri saya akan memforsir otot betis dan paha mengayuh sepeda. Sampai hampir kram! Dan, napas ngos-ngosan.

Kemudian... sampai saya bertemu dengan peseda lain yang bilang, "Santaiii duluu..." *sambil nuntun sepedanya. Yip, akhirnya saya turun dan tidak memaksakan diri gowes di tanjakan ngehek tersebut. setidaknya saya mencoba. Yang tidak bisa ditahan adalah keringat mengucur deras keluar dari pori-pori kulit saya.


***

Curug Panjang

setelah melewati tanjakan ngehek, melewati sawah dan turunan yang licin, saya sampai di curug panjang.

Tanpa mencoba meremehkan, curug panjang itu standar air terjun wisata. saya pernah beberapa kali mengunjungi curug selama tinggal di sukabumi dan semarang. namun, curug panjang berjasa menjaga kebugaran saya. Setelah menyantap semangkuk mie rebus, sedikit angin-anginkan badan yang panas selama bersepeda saya menceburkan diri di sekitar curug panjang. Seger!

Yap, saya menikmati akhir pekan kemarin. bertemu kawan baru. ngobrol sesuatu hal yang baru dengan kawan baru. mendapat pengalaman baru.

Begitulah cerita saya. Salam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar