Senin, 20 Januari 2014

Lobang Tambang Mbah Soero

Jadi Begini... 
Keliling-keliling silaturahmi-tak-terlihat di beberapa blog sungguh menarik. Membaca beberapa catatan perjalanan mereka seperti menghisap saya masuk kedalam ceritanya. Aih.. Keren! Karena itu saya mencoba menulis di blog ini. Hanya saja sampai saat ini menulis saya masih belum percaya diri FULL. Indikatornya: saya malas baca-baca lagi tulisan-tulisan saya.. haha (kebayang orang lain yang baca tulisan saya).

Saya menulis karena pengen aja. Share dan sebenernya berlatih agar saya gak kagok menulis thesis kelak :)


Baiklah.

Ceritanya saya pernah mengunjungi Museum Lobang Tambang Mbah Soero.
Lobang Tambang Mbah Soero merupakan sebuah lorong bawah tanah yang berada tepat di bawah perkampungan penduduk. Lobang Tambang Mbah Soero memiliki lorong-lorong yang panjang diawali dari Kelurahan Tanah Lapang hingga ke kantor DPRD. Artinya, lorong Lubang Tambang Mbah Soero ini mencapai 1,5 km dengan kemiringan hampir 20 derajat. 

Penambangan batu bara di Lobang Mbah Soero ini merupakan titik awal penambangan terbuka di Kota Sawahlunto. Pembukaaan Lobang Mbah Soero dilakukan sejak tahun 1891 sedangkan proses pembangunannya dilakukan pada tahun 1898.


Kemudian Lubang Soero di bangun sebagai museum oleh Walikota Sawah Lunto. Museum Lubang Tambang Mbah Soero memuat beberapa foto dokumentasi perkembangan tambang batu bara di Kota Sawah Lunto. Pengunjung pun dapat merasakan pengalaman masuk kedalam lobang tambang tersebut. Sebelum masuk kedalam lobang tambang pengunjung diwajibkan memakai Helm dan Sepatu Bot yang disediakan oleh pengelola.

Masuk Lobang Tambang Mbah Soero akan ditemani oleh guide dan akan diceritakan kisah-kisah sejarah penambangan Kota Sawah Lunto. Pengunjung dapat melihat batubara yang masih menempel di dinding-dinding Lobang Tambang Mbah Soero.

Berikut cerita dalam bentuk visualnya.
Terimakasih.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar