Sabtu, 24 Januari 2015

Film: Ponyo

Ponyo. Film ke-2 garapan Studio Ghibli yang saya tonton tadi pagi. Tentunya sebelum Ponyo saya sudah menonton Pororo yang legenda itu. Nonton Ponyo dan Pororo entah mengapa mengingatkan saya pada kartun pagi tahun 1990an, "Remi". Khasanah film kartun jepang saya mentok di doraemon, shinchan dan dragon ball, setelah itu saya tidak pernah menonton film kartun. Bahkan One Piece saja saya cukup sampai komiknya, tidak filmnya. Atau, yang lagi nge-hip film Saint Seiya yang saya kira film orang --- seperti filmnya Samurai X--- 30 menit pertama saya sudah malas melanjutkan.

Model film Ponyo ini sangat baru buat saya. Tentang anak ikan (lebih menyerupai ubur-ubur sebenernya) yang ajaib mandraguna tiba-tiba pengen jadi manusia karena suka sama anak manusia beneran, nama Sasuke. Nambah ajaibnya, ternyata Ponyo --- anak ikan tadi --- adalah anak kandung dari persilangan Manusia dan Ikan (semacam dewi samudera gitu). Semakin ajaibnya adalah, orangtua Sasuke dan Ponyo membuat kesepakatan akan menjodohkan anak-anak mereka yang baru usia 5 tahun. Dengan konseksuensi, kekuatan ajaib akan hilang setelah Ponyo menjadi manusia seutuhnya. Di film ini, salah satu keajaiban Ponyo yang berbentuk ubur-ubur itu bisa membuat kaki dan tangan sendiri. Salah dua keajaiban Ponyo juga bisa bikin tsunami yang maha dasyat.

Hah hahaha..

Saya katrok memang. Sok dipikir dan protes saja. Tapi, ini kan film kartu. Imajinasi tanpa batas. Segmen film kartun anak kecil yang masih berfantasi. Selain muka bapak Ponyo yang asem banget, semua karakter di film ini mukanya sangat lucu. Ada beberapa pesan moral yang disampaikan dalam film ini, diantaranya: menerima seseorang atas masa lalunya, ibu yang baik selalu terlihat lebih hebat dari bapaknya, isteri yang lemah lembut itu menyenangkan walau muka suami asem tenan hhehe..

Film ini mengingatkan saya dengan fantasi kecil saya yang bisa berenang di depan kali kampung saya, sambil menaikin ikan sapu-sapu berdasi kupu-kupu.

Saya yang norak pun kaget kenapa ketika googling gambar ponyo ada label disney nya dengan pengisi suara artis holiwut. Film yang saya nonton berbahasa jepang. Entahlah. Begini cerita saya...


Pengolah Data dan Film

Menonton sebuah film bahkan bisa beberapa saat saya mengolah data adalah kegiatan yang menurut saya paling benar saya kerjakan. Saya saat ini adalah operator pengolah data citra satelit harian. Data harian yang diterima berjumlah 4 data sebesar lebih dari 1GB satu datanya. Spek komputer yang belum begitu high-tech menyebabkan waktu pengolahan cukup lama. Sembari loading proses pengolahan data, saya menonton. Sungguh ini adalah hal yang biasa dilakukan oleh rekan kerja saya. Apalagi sudah dan sedang dalam R&D pengolahan dengan otomatisasi.

Mengerjakan pengolahan dan sambil menonton memang memperberat kerja komputer saya, namun dibandingkan membaca buku dengan menonton membuat saya tetap fokus pada layar komputer. Beberapa film yang saya tonton hampir sebagian besar rekomendasi dan pemberian dari kawan kerja. 

Saya pikir boleh juga saya review. Gada salahnya kan? Begitulah...

Jumat, 23 Januari 2015

TENTANG JAGOAN

1.

pagi yang berkeringat di sekitar ui, depok, saya dan kawan makinun berdiskusi panjang. tentang niat kami untuk membuat sebuah usaha, yang kami sangat paham usaha itu akan kami mulai dari modal kecil. ribuan konsep kami gelontorkan dari sukma masing-masing. berbatang rokok kami hisap hampir tak berjeda. sial memang karena kami berdua paham merokok setelah olahraga sangat tidak baik.

2.

siang yang sangat panas, kami --saya dan makinun-- meminum kopi panas di sebuah warung kopi entah berantah, saya lupa. ide dan pengalaman kami taruh dalam wadah yang sama, ada kecoak ada puntung rokok dan beberapa kata sumpah serapah. dalam bersahabat kami sangat cocok satu sama lain, namun dalam konsep berusaha, saya dan makinun, adalah muruh perang yang sangat akrab.

3.

malam itu bersama nyamuk-nyamuk nakal, kopi yang sudah dingin tanpa gula sama sekali, bunyi kipas yang sudah sangat renta sungguh berisik, saya dan makinun bersemangat bercerita tentang usaha yang berjualan di online media. kami saling menceritakan kisah sukses orang yang berbisnis di online media.


muncul brewok, membagi pengalaman hidup dan memberikan "jalan" agar kami keluar dari lika-liku kehidupan bisnis di alam ide. kami mulai dengan berjualan jersey. membagi tugas satu sama lain, dan dipilih media facebook dengan nama omtipank jersey. bergabungnya brew bersama kami, jadikan kami memberanikan diri dengan menyebut sebagai "jagoan" kemudian membuat group whatsapp dengan nama yang sama.




Kamis, 22 Januari 2015

Ide

mungkin saya bisa menuliskan foto-foto dari instagram saya di blog ini. menceritakan tentang ilmu yang baru saya dalami sejak dua tahun terakhir ini. tentang cerita nyamuk yang lupa melakukan keluarga berencana. atau cerita tentang menuju sehat dengan berolahraga. blogger atau wordpress sama aja yang penting saya mau menulis. em.. gada salahnya di biasakan lagi.

Halo... Mr. Roald Dahl

Tahun ini, seperti tiba-tiba saya menyukai Telur Dadar Kecap dikasih irisan Cabe Rawit, Saya juga sedang menyukai buku fabel bahasa Inggris. Tepat sekali ketika saya mempunyai kawan yang sepertinya cukup aktif di dunia blogger, si nona opat, meminjamkan saya 3 buku karya Roald Dahl.

Ketiga buku yang dipinjamkan, buku didalam foto ini pertama kali saya baca. alasannya karena paling tipis diantara yang lain.

Banyak alasan yang tiba-tiba membuat saya tidak kelar juga menamatkan buku ini. Karena tiba-tiba saya mendapatkan surat yang bisa digunakan untuk membantu thesis saya.

Kebacot janji untuk posting tentang buku-buku yang dipinjamkan nona opat, maka saya "pamer" saja dulu. Sekalian menuh-menuhin blog lagi yang sudah lama gak saya isi. Terimakasih. Begitulah ceritanya. Salam.

Jumat, 02 Januari 2015

2015

ini salah satu foto dan pengalaman terbaik saya di 2014. semoga berkah tahun ini. salam

Sabtu, 08 November 2014

JALAN: SEHARI DI JOGJA

Yuk.. Setelah kepentingan di Semarang kelar dengan acara wisuda lanjut ke Jogja. Asik dengan naik travel menuju Jogja dari sukun.

Berangkat jam 9 pagi dari Semarang dan sampai Jogja jam 1 siang. Tujuan pertama saya adalah taman sari. Sebuah komplek taman milik keraton, yang terkenal adalah pemandian raja keraton dan masjid bawah tanah yang arsitekturnya keren.

Jujur saya hanya pejalan yang random, punya tujuan hanya sampai jogja. namun tidak spesifik di Jogja mau kemananya. Beruntung saya bersama dengan Renny, beliau kebetulan pengen banget ke taman sari ini. Foto-foto seru deh..

Kelar di taman sari selajutnya memberi makan tuan perut, sodara-sodara. Kembali, kak Renny memberikan rekomendasi Makan Gudeg Mbok Djum yang lokasinya tidak jauh dengan alun-alun kidul atau keraton.

Sebenernya pak becak yang kami tumpangi merekomendasikan sebuah rumah makan yang tidak jauh dengan Kedai Makan Gudeg Mbok Djum. Namun, Jasmine memberikan masukan bisa jadi si Bapak becak mendapatkan pesenan dari rumah makan rekomendasinya. Persaingan Bisnis. Yap, menurut saya jangan sampe menyesal memilih karena opini orang lain. Yah, lebih baik kecewa karena pilihan sendiri lah ya... Viola, kami tetep makan di Rumah Makan Mbok Djum. Enak.

Jam sudah menunjukan pukul 16.00
Tujuan selanjutnya adalah Stasiun Tugu. Kami mememilih berjalan kaki dari Jl. Wilijan tempat kami makan menuju Stasiun Tugu. Seru menikmati jogja sore hari. Mencuri dengar kawan perjalanan saya bergosip ria. Tak lupa minum jamu, gokil tiba-tibe nemu mbak-mbak penjual jamu pas di depan Benteng Vredeburg hahaha...

Jogja atau lebih tepatnya ketika itu Jalan Malioboro sangat ramai seperti biasanya. Beberapa anggota komunitas pesepeda terlihat mulai berkumpul, mungkin mereka mau jalan-jalan sore seru. Perlahan langit menghitam namun segera beberapa lampu mulai menyala. Entah berapa judul cerita sudah tersaji dalam perjalanan ini, saya hanya mendengar. Sesekali berkomentar. Tapi saya menikmatinya.

Makan malam pas dekat Stasiun Tugu. Menu pilihan adalah angkringan yang berjejer disana. Menikmati Nasi "kucing" dan kopi joss. Sesekali keceriaan malam itu harus terganggu oleh pengamen yang meminta memaksa. Atau, goda centil mbak-mbak banci yang --saya lupa mereka menyanyi atau hanya menggoda lalu menadah tangan.

Saya menikmati Jogja, walau tidak semua ditempuh. 







Selasa, 04 November 2014

JAJAN : MAKAN SIANG BA’DA WISUDA UNDIP

Jika yang datang orangtua ke wisuda, memang tempat ini kurang cocok. Kurang cocok karena sesungguhnya kita mau memberikan terbaik bagi orangtua disaat pencapaian tertinggi dari bangku kuliah.
Tempat ini saya pilih sebab sangat dekat dengan Gedung Prof. Soedarto, Tembalang. Bersemangatnya panas siang Semarang membentuk logika saya agar jangan berlama-lama dibawah teriknya sehingga carilah warung makan terdekat.

Warung Soto Zeiwo. Lokasi gak jauh dari jembatan penghubung dengan gerbang utama Universitas Undip. Harga bersahabat. Rasa Enak. Konsep warung terbuka, cocok bagi penikmat kuliner yang tidak merokok karena banyak pengunjung yang merokok ba’da makan. Ruang yang terbuka menjadikan sirkulasi udara baik.
Soto seperti ini cukup banyak disemarang. Dengan mangkuk agak kecil, nasi dan soto didalamnya. Umumnya soto dan nasi dalam piring dan mangkuk sendiri. Harganya gue lupa hehehe... Terjangkaulah, karena di kawasan kampus dekat dengan kos-kosan.

Senin, 03 November 2014

JALAN: STASIUN PONCOL SEMARANG

Mata saya sudah cukup lelah ketika Kereta BRANTAS yang saya tumpangi sampai Stasiun Poncol Semarang. Selama di dalam kereta kami (Saya dan Renny) menghabiskan waktu dengan ngobrol, kami cukup lama gak berjumpa. Bahkan, buku yang kami bawa tak sempat dibaca, tapi renny rempat baca buku yang dibawa walau sebentar.

Seingat saya, hanya ketika kereta kami sampai Stasiun Poncol Semarang yang disambut dengan lagu dari corong speaker stasiun. Menarik dan cukup menghibur. Stasiun Poncol terkenal khusus penumpang kelas ekonomi dan sebaliknya dengan Stasiun Tawang Semarang. Malam itu rasa rindu dengan Kota Semarang terobati.

Stasiun ini 10 tahun lalu sangat padat oleh penumpang dan pedagang yang berseliweran. Siapa saja bisa masuk kedalam peron. Malam itu sangat tertata, rapih dan bersih.

Saya mengahadiri acara wisuda di Semarang, kemudian lanjut ke Jogjakarta menggunakan Bus dan malam harinya lanjut ke Bandung dengan Kereta Malabar. Sore ke-esokan hari lanjut naik Kereta Parahayangan ke Jakarta.
 

PENGALAMAN LARI MALAM JUMAT DI SEMARANG

"Mlayu Sak Kesele, Kakancan Sak Lawase"

Beruntung ketika saya di Semarang pada hari Kamis malam, karena ketika itu Semarang Runners -- komunitas masyarakat semarang yang gemar kegiatan olahraga lari -- mengadakan kegiatan rutin Playon Kemis Bengi (PKB). Playon dalam bahasa jawa berati "Lari", sudah paham kan kenapa kegiatan ini diberikan nama seperti itu. hehe...

Kegiatan PKB adalah fun run jarak 5 Kilometer. Acara dimulai jam 19.00 dari Balaikota Semarang. Peserta yang hadir kemarin cukup banyak, malam itu Kota Semarang cerah. Sebelum lari, dilakukan pemanasan terlebih dahulu yang dipimpin oleh beberapa "panitia", setelah itu pemanasan dipersilakan sendiri sesuai kebutuhan masing-masing. 

Dibagi menjadi dua grop besar, Group Cinta Damai dan Group Huru-hara.

Group Cinta Damai adalah peserta yang berlari santai, sedangkan Group Huru-hara adalah peminat lari sprint. Start dari Balaikota dimulai dengan Group Cinta Damai, jeda beberapa saat baru Group Huru-hara mulai berlari. Saya masuk Group Cinta Damai. Malam itu saya lari telanjang kaki, karena malas bawa dua sepatu sebab saya harus melanjutkan perjalanan ke Jogja dan Bandung. Jalur Playon Kemis Bengi adalah: start dari Balaikota Semarang - Jl. Gajah Mada - Simpang 5 (Mesjid Simpang Lima) - Jl. Pandanaran - Finish Balaikota. 

Nyaman Barefoot

Barefoot atau nyeker selama PKB saya akui sangat nyaman. Trotoar yang cukup lebar dan bersih memberikan kenyaman pada kulit kaki saya. Kawan saya bercerita bahwa petugas kebersihan Kota Semarang memang rajin. Sempat beberapa Trotoar dipakai oleh Pedagang Kali Lima berjualan, namun hanya beberapa spot saja. Saya menikmati malam itu, dan jujur saja PKB adalah pengalaman pertama saya berlari dengan komunitas. Saya biasa olahraga lari sendiri atau maksimal 4 orang saja hehehe...

Group Cinta Damai dan Group Huru-Hara bertemu di Masjid Simpang Lima. Peserta beristirahat dan menunggu peserta lainnya. Setelah kumpul semua, dilanjutkan dengan berfoto berjamaah di depan Masjid Simpang Lima. Jarak yang ditempuh dari Balaikota - Simpang Lima adalah 3 Kilometer.

Setelah puas foto bareng, dilanjutkan dengan menyusuri Jl. Pandanaran dengan lari bareng atau tidak dibagi menjadi group lari sampai Balaikota.Pandanaran merupakan jalur sibuk di Kota Semarang, harus hati-hati karena kadang ada motor yang berbelok kencang atau mobil yang mundur dari tempat parkirnya.

Sampai balaikota disambut dengan sedus air minum gelas. Sejenak istirahat dan kemudian pendinginan bersama. Tak lupa foto-foto bareng dengan peserta lainnya.

Ohya, sebelum pulang saya di sapa oleh mahasiswa Undip. Saya lupa awalnya setelah dia bercerita pernah belajar di kantor saya. hahaha.. Ternyata dia juga baru pertama kali ikut PKB ini. Jadi, kawan-kawan yang kebetulan ke Semarang pada Malam Jumat dan mau olahraga lari bareng silakan aja dateng jam 19.00 di Balaikota Semarang.

Selain Kemis Malam, Semarang Runners juga ada kegiatan Playon Minggu Isuk artinya Lari Minggu Pagi.

#marilari #ayomlayu

More info tentang Semarang Runners:


Jalur Playon Kemis Bengi

Cah-cah Semarang Runners

FOTO: JATINEGARA

Mendapatkan tempat duduk di samping jendela kereta api membuat mata dan lensa gatal untuk merekam momen. Dipo Lokomotif Stasiun Jatinegara ketika keretaku melaju meninggalkan Ibukota menuju Semarang.
Hai.. haii..


Rabu, 29 Oktober 2014

dEsign

tidak ada yang typo pada judul posting ini. saya sedang tertarik dengan design. terpecut oleh salah satu tanyangan kick andy yang saya tonton via youtube. tentang sebuah desa di magelang yang memliki designer yang berprofesi sehari-hari sebagai tukang kelapa atau tukang batu, namun sukses beberapa kali menang lomba membuat logo.

yup, saya iri. saya rasa ini iri yang positif. lagipula tak ada salahnya bila tidak mencoba. 



lupakan sejenak filosofi dan makna logo.

Selasa, 28 Oktober 2014

PACKING: KONCIAN BAJU

Halo.. jadi begini, saya termasuk orang yang sangat persiapan untuk bepergian. Terutama masalah baju, saya mempunyai perinsip bahwa baju jangan sampai kurang sehingga mengharuskan saya memakai baju kotor atau baju yang sudaj basah oleh keringat. Saya tipikal lelaki yang boros keringat, panas dikit langsung keringetan. Bauk dan lepek. Mau gak mau harus membawa "koncian".

"koncian" adalah istilah saya baju yang dilebihkan. Misal, jika saya harus membawa baju 3 maka saya membawa 4, satu sebagai koncian antisipasi kehabisan baju.

Tapi, kadang saya suka bablas jadi malah tidak praktis klo bepergian. Sumpah, sulit juga mengubah kebiasaan ini. Alam bawah sadar saya langsung membangun mindset ketika saya packing harus melebihkan baju. Saya takut baju saya habis oleh keringat. hahaha

Trip skrg, saya mencoba terapi diri sendiri. Mencoba "nekad" bawa baju ngepas tanpa koncian. Sepertinya seru! Kebayang kalo baju gue abis. Hahaha

salam.

JALAN: JAVA TRIP

Jadi begini... cita-cita memang harus diwujudkan jangan dibiarkan terpendam hanya dalam dunia angan. Salah satu cita-cita saya adalah Java Trip. Mengelilingi Pulau jawa dari Barat ke Timur, dari Utara menuju Selatan. Ketika ide ini muncul adalah sekitar 4 tahun yang lalu, bersama kawan kuliah yang sama-sama sedang pusing menggarap skripsi. Satu dan lain hal, cita-cita itu harus dipendam dahulu. Saya dan kawan tersebut tidak memaksa, cukup menahan dalam hati saja.

InsyaAllah 29 Oktober ini saya akan JavaTrip. Semoga lancar. Sebenernya hanya istilah saja JavaTrip. Saya hanya menegelilingi sebagian Pulau Jawa. Rencana dari Stasiun Pasar Senen - Stasiun Poncol Semarang - Terminal Banyumanik - Terminal Jogja - Stasiun Tugu Jogjakarta - Stasiun Bandung - Stasiun Gambir.

Salam.

Senin, 27 Oktober 2014

Apa beda Kemaritiman dengan Kelautan?

foto diambil disini
Mas Jokowi kemarin 27 Okt 2014 sudah mengumumkan isi Kabinet Kerja periode 2014 - 2019. Sebelumnya memang banyak spekulasi tentang struktur kabinet yang akan dibentuk oleh mantan Gubernur DKI Jakarta ini, namun yang paling sater adalah fokus beliau pada bidang kemaritiman.

Sempat saya berbincang dengan kawan-kawan kuliah yang sedang mendaftar CPNS tahun ini, memang banyak membicarakan issue digabungnya KKP dengan Kementan dan adanya sebuah Kementerian baru tentang Maritim. Apa permasalahannya? Tentu sebagai pencari kerja kami menduga-duga seperti apa kementrian baru yang akan dibentuk ini, toh walaupun akhirnya KKP tetap ada, kemudian muncul Kemenko Bidang Maritim.

okeh, ada Kementerian Kelautan dan Perikanan juga ada Kementerian Koordinator Bidang Maritim.

Apa bedanya?

Sebagai orang yang pernah berkuliah di Fakultas Perikanan dan Kalutan, membuat saya mencari tahu apa perbedaannya. Sepengetahuan saya, tidak pernah didalam ruang kuliah dijelaskan perbedaan Laut dengan Maritim. Sepemahaman saya arti keduanya sama saja. Ternyata saya salah.

Mari kita memulai dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online.

laut menurut KBBI online adalah kumpulan air asin (dalam jumlah yang banyak dan luas) yg menggenangi dan membagi daratan atas benua atau pulau. Kemudian, kelautan adalah  perihal yg berhubungan dengan laut.

maritim menurut KBBI online adalah berkenaan dengan laut; berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut.

Jika kita berpijak perbedaan makna antara Maritim dan Laut berdasarkan KBBI online, maka saya mencoba mengambil kesimpulan seperti berikut:

Kelautan menunjukan sebuah kewilayahan, berbentuk fisik atau kata benda. Indonesia adalah Negara Kelautan karena luas wilayahnya sebagian besar adalah laut. Kalimat ini menjelaskan bentuk fisik Negara Indonesia. 

Kemaritiman menujukan sebagai sebuah kegiatan yang berhubungan dengan navigasi (pelayaran) dan berfokus pada pergadangan (ekonomi).

Tentu tau dong, Kerajaan Majapahit yang tersohor itu. Ibukota Majapahit itu di Trowulan, Mojokerto. Majapahit terkenal karena sebagai Kerajaan Maritim yang Kuat. Namun, Pusat kerajaan berada di "darat". Contoh lain adalah Inggris dan Belanda, negara yang kecil dengan garis pantai yang tidak seberapa dibanding Indonesia, memiliki armada laut yang tangguh. Kedua negara tersebut mendapat predikat negara maritim yang kuat.

foto diambil dari sini. tks
Maritim yang kuat disini -kabinet kerja mas joko- saya rasa bukan untuk membangunan Angkatan Lautnya tapi yakni Angkutan Lautnya. 

***
Kembali dengan kabinet kerja mas joko, dengan dibentuknya Kemenko Maritim menjadi hal yang luarbiasa. Ekspektasi saya akan segera dibangun galangan kapal yang bertaraf internasional di sudut-sudut pulau di Indonesia. Akan dibangun sekolah-sekolah pelayaran yang akan mencetak pelaut hebat ditepi-tepi pemukiman nelayan Indonesia. Banyak kapal penyebrangan yang berplat merah -- tentu dengan fasilitas yang lebih baik-- berseliweran di penjuru Nusantara. Kemudian, ekspektasi saya melayang membayangkan akan muncul banyak kapal cargo yang berbendera Indonesia di Lautan Dunia.


Minggu, 26 Oktober 2014

JALAN: VAKANSI UNGARAN SEMARANG 2014 (4)

PUNCAK

aku share pemandangan dari dan di puncak gunung ungaran. nanti ku ceritakan bagaimana pengalaman pendakian disini. terimakasih, salam.






Sabtu, 25 Oktober 2014

JALAN: Vakansi Ungaran Semarang 2014 (3)

Promasan

Desa terdekat dengan puncak gunung ungaran. Siang itu cukup terik di desa ini, samar-samar ketika kaki ku melangkah mendekati desa ini terdengar alunan dangdut campursari. Bisa kutebak, hari ini ada gelaran hajat pernikahan di desa promasan. Sempat aku berpapasan dengan beberapa tamu undangan yang berbaju khas orang kondangan selepas meinggalkan pos pendakian mawar. Sebuah perjalanan kondangan yang penuh dedikasi nampaknya sebab berjalan sebegitu jauhnya. Jika di Jakarta, dedikasi berangkat kondangan dilalui dengan menembuh kemacetan jalanan ibukota.

Aku hanya ingin mandi sore itu. Sore pertama di Ungaran. Udara sore memang sudah sedikit menusuk-nusuk. Tapi, aku ingin mandi. Seperti cerita sebelumnya, ketika itu weekday, ungaran sedang banyak dikunjungi, otomatis antrian menumpuk di kamar mandi.

Pilihan ku adalah mandi di air pancur. Air pancur ini dibangun oleh sebuah bangunan yang terbuka. Lantai yang sudah dikeramik. Setelah memantau dan sempat bertanya, baru kuketahui bahwa khusus lelaki yang boleh mandi disana. aku bertanya kepada seorang anak kecil yang sempat menegurku karena memakai alas kaki ketika masuk ke dalam bagunan ini.

Setelah mandi dialam terbuka, tentu aku mandi dengan pakaian setengah lengkap, cukup menghangatkan badan. Entah, bagaimana penjelasan secara medis bahwa mandi di gunung yang dingin malah bikin badan cukup hangat.

Ada sebuah monumen, berupa candi promasan yang terletak pas disamping bangunan ini. Mungkin dulu memang ada sebuah candi yang bernama promasan di desa ini, entah. Dibalik gunung ini ada sebuah kompleks candi, yang bernama gedong songo. Sebuah lokasi pariwisata yang cukup terkenal di Kota Semarang.
  

Kamis, 23 Oktober 2014

JALAN: Vakansi Ungaran Semarang 2014 (2)

  Pos Pendakian Mawar


Terakhir ke Ungaran tahun 2010. Banyak yang berubah selama 5 tahun belakangan ini. Ungaran bertambah bangunan, bertambah punglinya juga untuk sampai ke pos pendakian mawar ini. Banyak warung berjulanan yang dibangun oleh bilik-bilik bambu. Membeli es teh adalah hal yang tak mungkin jika sampai pos pendakian ini. Ungaran bertambah panas memang.

Jalur pendakian tidak banyak berubah kecuali sangat banyak pendaki yang aku temui. Pendaki yang aku temui ada yang berjalan dalam kelompok kecil maupun kelompok besar. Sesekali aku harus jalan mengular sebab banyaknya peserta pendakian hari itu. Aku lupa menceritakan jika saat itu weekend.

Menikmati perjalanan dengan melihat pohon hijau dan beberapa burung yang sesekali melintas diatas kepala. Tujuan berikutnya adalah desa promasan. Sebuah desa yang terletak di perkebunan teh.

Setengah perjalananku menuju desa promasan ditemani alunan musik. Seorang kawan menyalakan aplikasi musik dari hape-nya. Teknologi memudahkan kita meramaikan suasana yang seharusnya tenang.


Rabu, 22 Oktober 2014

JALAN: Vakansi Ungaran Semarang 2014 (1)

KERETA KELAS EKONOMI

DILAN ~ PIDI BAIQ
Salah satu moda transportasi dari Ibukota Indonesia menuju Semarang dengan naik kerata api. Kesempatan ini saya menumpang KA Brantas. Kereta kelas ekonomi ini sudah sangat manusiawi dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu. Fasilitas AC, tempat duduk sesuai tiket dan tidak ada pedagang yang masuk kedalam peron apalagi gerbong kereta adalah hal yang tidak mungkin dijumpai 10 tahun lalu.

Rel kereta yang sudah ganda, double track, menghemat perjalanan Jakarta-Semarang menjadi "hanya" 6 jam saja menggunakan kereta kelas ekonomi. KA Brantas berangkat dari Stasiun Pasar Senen pukul 16.00 dan tiba di Stasiun Poncol Semarang Pukul 22.20.

10 tahun yang lalu sangat tidak dimungkinkan aku membaca buku didalam kereta kelas ekonomi, jika perjalanan dari rumah untuk ke Semarang atau sebaliknya. Ketika itu gerbong penuh dengan manusia, apalagi jika aku  pulang pada weekend dan musim libur kuliah. Penuh sesak, penuh peluh dan sangat tidak manusiawi. Namun, kemarin berbeda aku dapat membaca buku yang segaja kubeli untuk vakansi kali ini.

Aku tidak bisa tidur dan buku pidi baiq menemani malam itu, entah energi apa yang membuat aku kuat membaca hingga aku sadar bahwa buku hampir tuntas kubaca ketika pukul 21.30. Antara penasaran untuk melanjutkan dan rasa sayang untuk me-sisa-kan bab terakhir untuk perjalanan pulang dari Semarang. Tentunya aku tuntaskan malam itu juga membaca "Dilan".

Sebelum menuju ungaran aku istirahat dan menumpang bermalam di kosan kawan di daerah banyumanik. Melanjutkan vakansi ungaran besok paginya.