Kamis, 05 Desember 2013

Lebaran Kemana lagi? Pantai Muntun dan Pulau Tangkil

Di Pasar Panjang, Lampung, saya menikmati sarapan Bubur Ayam. Lumayan enak, walaupun saya masih belum terbiasa makan bubur disajikan dengan kuah kari.

Jam menunjukan pukul enam pagi. Udara Lampung Selatan enak sekali, pemandangan berbeda dengan suasana Jakarta sudah barang tentu...

Kemana selanjutnya? Kami sekeluarga benar-benar hanya bergantung dengan hape pintar milik adik saya. Bertanya pada mbah google dan mendapat jawaban: Pegilah wahai kelian ke Pantai Mutun dan Pulau Tangkil!

Yap.. satu masalah terselesaikan, kami percaya saja pada jawaban google. Akhirnya kami tak perlu mati gayak di Lampung!

Tidak terlalu jauh menuju Pulau Mutun dari tempat kami sarapan. Kurang lebih satu jam saja dari tempat kami sarapan di Pasar Panjang. Tentu berbekal dengan GPS Portable di mobil kami dan ditandem dengan Google Maps dari hape pintar adik.

Pantai Mutun dan Pulau Tangkil

Hamparan pasir putih dengan birunya laut yang dinikmati. Bale-bale bambu banyak terdapat di pantai ini sehingga tidak perlu khawatir jika ingin istirahat sejenak setelah bermain di laut. Beberapa keluarga membawa tikar atau juga bisa menyewa tikar. Berasa Piknik yak kalo bawa-bawa tikar.

Ingin menuju Tangkil Resort dari panti mutun, silakan menyebrang menggunakan jasa "ojek" --sebuah perahu nelayan yang disewakan. Harga jasa penyebrangan satu orang 5.000 Rupiah Pulang-Pergi.

Jika sudah puas bermain di Tangkil Resort tinggal hubungin kang ojek yang sebelumnya mengantar ke Pulau Tangkil maka segera perahu menjemput kita kembali. Jangan lupa, minta no hape kang ojek-nya. Tidak ada perbedaan harga klo kita mau lebih lama bermain di Tangkil Resort. Saran aja, datang bada shubuh ke Pantai Mutun. Nikmati sunrise dengan tenang karena belum banyak pengunjung. Jam 8 pagi pergilah menyebrang ke Pulau Tangkil, maka sebelum panas terik siang bolong sudah kelar hajat piknik di Pulau Tangkil.

Sangat beragam wahana yang di tawarkan. mulai dari banana boat, kayaking, snorkling dkk. semua tersedia. satu hal yang bikin asyik berwisata disini: SEMUA PAKE TIKET. Tiketnya pun jelas, bukan sekedar asal potokopi aja. ada nomor tiketnya. sewa bale-bale ada tiketnya.. dan, penjaga pantai akan rutin, nanyain tiket ke pengunjung dengan sopan. asik deh.. Semoga terus terkelola baik seperti ini.

Buat yang mau coba keliling Pulau juga bisa, ada sedikit "hutan" buat blasak-blusukan. Di sisi pulau yang hening tanpa wahana permainan akan bisa di temui para pemancing.

Foto-Foto



Rabu, 04 Desember 2013

Lebaran Kemana Lagi? Lampung Selatan

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketika kegiatan berlebaran, keluarga kami selalu padat di Jakarta atau kami pulang kampung ke Sumatera, tahun ini kami lebaran hanya ke beberapa keluarga inti saja. Tidak juga pulang kampung ke sumatera.

kemudian...

Kejadiannya ketika Lebaran Idul Fitri hari ke-3. Nampaknya Ayah sudah bosan begitupun kami, anak-anak beliau, rindu suasana mudik. Mengendarai mobil bersama keluarga, melihat pemandangan sumatera dengan topografinya yang tidak datar. 

Jika beruntung, di dalam perjalanan mudik kami ke sumatera, setelah shubuh kami melihat kawanan monyet tiba-tiba menyebrang jalan, atau menyaksikan beberapa keluarga babi hutan yang bergerombolan. Jika beruntung, melihat Harimau menyebrang jalan. Pastinya kami rindu naik kapal fery menyebrang Selat Sunda. 

Seperti penjelasan diawal, tahun ini kami tidak mudik.

Kemana lagi nih? ~ kira-kira begitu pertanyaan kami kepada kami sendiri.

Ke Lampung? Nyebrang aja sampai Lampung. Trus Balik lagi. Gimana? ~ada yang nyeletuk.

Hm.. masih H+3. Belum arus balik. Merak pasti sepi, begitu juga Bakauheni. dari pada ke Anyer, Pasti macet! ~kurang lebih alasannya seperti ini.

Malam minggu, 10 Agustus 2013, kamipun meluncur menuju Merak.

Foto-Foto

Senin, 02 Desember 2013

Geologi

Tahun ini saya memutuskan untuk kuliah. Melanjutkan studi lebih tepatnya. Setelah mencari informasi hampir 2 (dua) tahun, akhirnya saya memilih Teknik Geologi. Menjadi hal yang biasa jika pemilihan jurusan Teknik Geologi adalah sebab saya berasal dari jurusan yang sama.

Saya memiliki latar belakang Jurusan Perikanan dengan Kosentrasi Manajeman Sumberdaya Perairan. Memilih Teknik Geologi berdasarkan saya ingin memperluas pengalaman dan wawasan saya tentang Terumbu Karang dan Pulau Kecil berdasarkan ilmu baru saya ini.

Kenapa lagi?
Sebab saya masih boleh kuliah oleh instansi di kala weekend.


Kelas Inspirasi Depok 2013



ini adalah kawan-kawan baru saya. menjalankan Gerakan Kelas Inspirasi Depok.

Senin, 18 November 2013

KAPAN TERAKHIR KE MUSEUM

akhirnya bisa kembali masuk ke museum. setelah entah berapa tahun saya tidak masuk ke museum.

tidak terlalu mahal masuk Museum Geologi yang berada di Bandung. Berbekal Kartu Mahasiswa saya hanya membayar tiket masuk Rp. 2000. Berapa tiket Umum? Hanya beda seceng lebih mahal dengan harga pelajar.

ketika saya masuk ke kedalam museum ini sangat banyak anak-anak usia Sekolah Dasar datang bergerombol. Seprtinya mereka dari sekolah atau domisili yang sama. seruu...!! 

memang museum biasanya sepi, terkadang begitu-begitu aja. tapi saya menikmatinya. melihat dan mencoba membayangkan apa yang ditampilkan oleh museum sebuah piknik imajinasi tersendiri bagi saya.

melihat replika fosil T-Rex dan membayangkan jika mereka hidup di masa ketika saya hidup saat ini. atau mebayangkan Teori Revolusi Darwin. 

harapan saya bisa kembali jalan-jalan ke museum. aamiin.




Minggu, 28 Juli 2013

Dari Semarang Menuju Rock N Roll

SI AMRONK
Begini Ceritanya.

Kami adalah mahasiswa di Kota Semarang. Saya punya motor namun tidak punya kerabat di Jawa dan kawan punya kerabat di Dieng tetapi tidak ada motor. Klop! Kami bersimbiosis mutualisme dalam membakar jenuh.

Karena kawan itu memberikan pengalaman yang seru, maka saya buka identitasnya. Sebut saja Amronk, mahaiswa asal Tanggerang. bagi saya amronk adalah pengendara motor yang sangat mengerti saya sebagai seorang boncengers! 

Selama perjalanan Rock N Roll kami mengendarai Supra X 110 CC, ketika itu moda transport yang sangat bersahabat. masih kuat di pacu kecepatannya dan tidak boros minum premium. Cocok bagi kami yang masih mahasiswa. Berangkat dengan tujuan pertama rumah Kakek dan Nenek Amronk di Wonosobo. Perut kosong selama perjalanan segera terisi oleh makanan khas rumah Kakek dan Nenek Amronk.

Esok hari setelah kami sampai rumah Kakek dan Nenek Amronk segera meluncur ke Banjar Negara untuk melihat Waduk Mrican dan bersilaturahim ke sanak-saudara Amronk yang lain.Seharian kami bersilaturahim dam menikmati waduk yang punya nama lain Bendungan Panglima Besar Soedirman.

Kemudian kami Rock N Roll ke Dieng. Mengasah kemampuan motor dengan medan tanjakan. Menikmati kehidupan masyarakat Dieng. Sembari melupakan sejenak urusan kampus.

Ketika itu Tahun 2009, sedang tenar tentang berita Syeik Puji.

Foto-foto

Senin, 08 Juli 2013

SEMOGA KAMU INGAT

disadari atau tidak, foto ini adalah monumen bagi saya. karena foto ini adalah saksi bisu pertama kalinya saya mengajak kamu jalan. masih ingatkah? :)


kita sebut saja judul foto ini ~ P

Senin, 04 Maret 2013

SAM POO KONG

Sebagai Mahasiswa Rantau, Piknik adalah mutlak. Maka saya perkenalkan: Sam Poo Kong! adalah Kuil Tionghoa di Semarang. Sejati memang tempat peribadatan, namun dibuka untuk umum. Terletak di daerah Simongan, Semarang.

Bagi mahasiswa Universitas Diponegoro, Semarang, Sam Poo Kong kadang digunakan lokasi refreshing sejenak. Kawasan Kuil Sam Poo Kong yang didominasi warna cerah cukup membuat kami berharap menjadi juga tercerahkan. Berikut kisah saya dalam bentuk visual. Sebagian besar foto saya yang jepret, jika itu gambar saya difoto maka kawan saya yang potret. Sebut saja kawan itu bernama Jay.

Kejadian ini pada tahun 2009, ketika kami sedang berkawan Tugas Akhir.

Foto-foto

Selasa, 12 Februari 2013

BIAK - PAPUA

Saya pernah mendapat kesempatan ke Papua. Pulau Biak lebih tepatnya. Sebuah pengalaman yang ketika itu bisa saya dapatkan karena tugas kantor. Kira-kira tahun 2011 lalu.

Saya menjadi instruktur untuk penggunaan Fish Finder (FF) dan GPS kepada para nelayan. Pengalaman saya, nelayan Biak itu sopan-sopan. Tapi, panas banget sob! sumpe gue berkeringat hebatlah..

Kontur dasar launya cadas! gak flat, naik turun. dalam 100m perjalan perahu kita bisa dapet perbedaan kedalaman yang ekstreem. jadi, lima menit perahu angkat jangkar kedalaman masih 10 m (misalnya), sepuluh menit kemudian kedalaman laut berdasarkan data Sonar di FF sudah 100-an m. Maju dikit perahu, kedalaman udah 200-an m.

Antusiasme neyalan biak pun sangat ciamik. Perahu yang kita pakai untuk praktek alat di lapangan tidak terlalu besar.

Pantai Biak itu endaaaaaahhhh abeeeesss.....!!!!

Sebenernya saya mencari ulat sagu, karena penasaran. Namun, di Biak tidak banyak ulat sagu. Saya mencoba Pinang, khas Papua sekali. Setelah mencoba pinang, yang saya rasakan seperti minum beralkohol. "naik-nya" lumayan cepat dan langsung pening-pening kepala. Beberapa kawan kantor bilang, pinang memang mengandung kadar alkohol. entah lah :)

Ini adalah warung penjualan Pinang dan Kapur
Merah-merah bukti nyoba pinang

Jumat, 07 Desember 2012

Selamat Malam Vietnam

Jadi begini...

Tetang cerita di tahun 2011.

Hujan turun menyambut kami di bandara Bandara Internasional Tan Son Nhat Vietnam. Tidak ada perbedaan waktu dengan Jakarta. Bagian imigrasi malam itu buka loket sampai 20-an dan malam itu ruangan dipenuhi oleh sebagian besar turis dari Indonesia.

Menukarkan kurs dollar ke VND di bandara dan memesan taxi untuk menuju downtown, Ben Than Market di distrik 1 adalah hal pertama yang kami lakukan. Cukup 20 menit perjalanan dari Bandara menuju Ben Than Market. Taksi berhenti tepat dibelakangnya, kami lalu berjalan menyusuri jalan. Mencari penginapan. Tidak sulit mencari penginapan disini dan banyak pilihan penginapan murah.

Setelah mendapatkan hotel, kami mencari makan malam. Waktu menunjukan pukul 9 malam, perut  sudah terkoyak lapar dan menangih untuk diberi asupan energi kembali. Menurut pengelola hotel kami, jarak 2 blok ada rumah makan Malaysia menjajakan makanan halal. Sebelum kaki kami meninggalkan hotel, diperingatkan untuk berhati-hati karena banyak pencopet/penjambret berkeliaran disini

Ben Than Market ramai malam itu dengan turis yang berseliweran. Mengingatkan saya pada suasana malam minggu di simpang lima, Semarang. Kota dimana saya kuliah dan trip ke Vietnam kali ini bersama kawan-kawan kampus. Lengkap sudah, kami sekalian reuni.

Pedang kaki lima menjajakan dangannya. Baju, kaos, makanan dan sampai celana dalam. Pemandangan malam itu berpadu dengan bau jalanan setelah hujan, sebuah suasana yang membahagiakan apalagi ini adalah trip mancanegara kami yang perdana.

NV. HALAL, itulah restoran yang akan kami tuju. Sebuah Rumah Makan khas Malaysia. Beruntung  kami adalah pengunjung terakhir sebelum mereka tutup kedai. Harga yang ditawarkan tidak jauh dengan harga di Indonesia. Cukup lah untuk kantong kami. Ada nasi goreng, mie goreng dan sayur-sayuran.

Kami berencana untuk menikmati malam kota Ho Chi Minh sebab ini malam pertama kami disini. 

Takjub dengan pengalaman pertama di negeri orang, tak akan kami lepas begitu saja kebahagian ini. Kami mendokumentasikan pengalaman ini dengan berfoto-foto centil disetiap sudut kota. Kebahagian itu membuat kami lupa diri hingga kami sadar: Penjambret menarik kamera di tangan kami menggunakan motor. 

Kami bengong sejenak!
Anjir lah.. ini malam pertama dan sudah dijambret? Di Kampung orang?

*hening*

Lalu salah satu dari kami berteriak. Kemudian kami berteriak memaki dan berharap akan banyak orang yang mengejar itu maling. Tapi Vietnam malam itu sibuk dengan urusannya masing-masing. Kami mengejarnya, berusaha mengejar penjambret dengan motor itu tapi tenaga motor maling itu sepertinya sudah paham kalo harus memacu dapur mesin dengan ganas agar tidak tertangkap.
Vietnam masih kalem. Bahkan langit tetap teduh sehabis hujan. Tidak ada tanda-tanda langit gusar dan mengalirkan halilintarnya ke penjambet tersebut. Atau angin puyuh yang menghadang tetap di depan motor penjambret itu. Vietnam tenang malam itu.

Kami marah dan kecewa. Tapi apa daya, tiap musibah tak kenal waktu dan dimensi. Kami kurang hati-hati.

Selamat malam Vietnam.

Sedikit Tentang Bulu Babi

Gonad bulu babi merupakan makanan populer karena bergizi tinggi.

Nilai protein yang terkandung pada gonad Bulu Babi dengan berat basah antara 7,04% - 8,2% dan pada berat kering antara 51,8% - 57,8%. Sedangkan Nilai Lemak yang terkandung pada gonad Bulu Babi dengan berat basah antara 1,14% - 1,35% dan pada berat kering antara 8,53% - 9,36%

Faktor penentu harga adalah kualitas dari gonad Bulu Babi. Salah satunya dari warna gonad. Gonad yang berkualitas berwarna antara kuning terang sampai oranye merah. 

Kualitas gonad Bulu Babi juga ditentukan: tekstur yang padat & halus, rasa enak (manis) dan massa gonad. Dalam dunia budidaya, faktor lingkungan Bulu Babi sangat pengaruhi kualitas gonad. iayalah! :))

Bentuk Bulu Babi seperti bola, tanpa lengan. Permukaan tubuh berduri panjang. Punya alat pencernaan yang khas: tembolok kompleks (Lentera Aristoteles). Fungsi Lentera Aristoteles: menggiling makanan yang berupa alga atau sisa-sisa organisme (kotoran hewan laut, bangkai).

Duri di sekujur tubuh Bulu Babi berfungsi untuk bergerak, menggali dan melindungi. Juga terdapat kaki tabung atau kaki amburakral pada sisi mulut

Selasa, 27 November 2012

Konservasi Penyu

gue punya sedikit pengalaman tentang konservasi penyu.

Ketika itu 2008 awal. gue ambil Kerja Praktek (UNDIP: Praktek Kerja Lapangan) di Taman Nasional Karimunjawa, Jawa Tengah. Setelah melalui berbagai macam centang parentang ganti judul dan diskusi yang alot dengan dosen dan orang balai, gue tertarik untuk mengamati konservasi penyu.

kenapa penyu?
karena enam dari 7 jenis penyu di dunia ada di Indonesia. dua diantaranya sering berseliweran di perairan Karimunjawa: Penyu Sisik dan Penyu Hijau. Kurang lebih 3 minggu gue di Karimunjawa. Selama itu pula gue belajar banyak tentang konservasi penyu disana. berikut cerita gue.

foto dari google

Mari kita mulai dengan Penetasan Semi Alami.

Penetasan Semi Alami (PSA) adalah metode konservasi untuk mendapatkan survival rate telur menetas yang tinggi. secara teknisnya, mengambil telur penyu dari sarang alami dan dipindahkan ke sarang penetasan semi alami. dengan dipindahkannya telur tersebut, maka meminimalisir predator alami dari telur penyu tersebut: biawak, ular, tikus bahkan menjaga dari tangan-tangan usil manusia.

dari sarang alami, telur dimasukan ke dalam ember-ember bekas cat yang sudah dimodifikasi. bagian bawah ember di lubangi agar air tidak tertahan di dalam ember yang akan menyebabkan kebusukan telur. sebelum dimasukan telur, dasar ember sudah diisi setengah bagian dengan pasir di lokasi sarang alami. kemudian baru telur dimasukan yang selanjutnya ditimbun kembali dengan pasir.

ember-ember yang sudah terisi dengan telur kemudian di distribusikan ke PSA.
di PSA ember ember yang sudah berisi telur telur di pendam kembali atau di kubur di dalam pasir. lokasi PSA pun sudah dilokalisir. tertutup dengan jaring jaring kawat yang aman dari predator bilogi ataupun dari hujan dan panas terik.

selama telur-telur penyu di PSA, suhu sarang selalu dipantau oleh petugas taman nasional.

ketika telur penyu menetas menjadi tukik, biasanya tidak langsung diliris kelaut. namun di pindahlan kedalam kolam buatan dan rutin diberi makan. setelah dikira tukik tukik tersebut kuat di lepas kelaut, saat itulah tukik penyu mengadapi habitat aslinya.

Senin, 19 November 2012

Sedikit Tentang: Terumbu Karang

- apa itu hard coral?
- apa itu soft coral?

sedikit ngobrol tentang karang. terumbu karang.

ada istilah hard coral atau karang keras yaitu karang pembentuk terumbu (istilah enggrinya: reef) karena tubuhnya keras spt batu. kerangka tubuh luar hard coral terbuat dari Kalsium Karbonat (zat kapur). Hard Coral bekerjasama dengan alga Zooxanthelae. Atara Hard Coral dengan Zooxanthelae terjadi simbiosis mutualisme.

Hard Coral hidup diperairan dangkal yg sinar matahari mudah didapatkan. Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh Hard Coral. Kesepakatan Mutialisme antara karang dengan zooxanthelae adalah seperti ini :

karang memberikan lapak hidup bagi zooxanthelae. dan suplai energi diolah oleh zooxanthelae dengan proses fotosintesis. oleh sebeb itu pula, hard coral sangat membutuhkan sinar matahari dalam memuluskan proses fotosintesis.

dan, kalo Soft Coral bentuknya lunak seperti tanaman. tidak bekerjasama dengan alga. bisa hidup diperairan dangkal ataupun perairan dalam.


Jumat, 26 Oktober 2012

JAMBORE SAHABAT ANAK

Berawal dari Email yang masuk dari kawan kuliah. Saya sudah bekerja saat itu. Pegawai baru. dan Jenuh hahaha...

Kegiatan Sahabat Anak, mendampingi anak-anak kaum marjinal bermain di Kebun Binantang Ragunan dan Kemping semalam tidak jauh dari Kebun Binatang Ragunan. Jadwalnya cocok, Sabtu-Minggu. Tahun 2011, tidak jauh dengan peringatan Hari Anak Nasional.

Pengalaman yang luar biasa bagi saya. Mengenal dan berinteraksi dengan anak-anak ini. Mereka punya cita-cita dan mereka ceria layaknya anak-anak komplek dekat rumah saya. Walau mereka kadang kasar itu sebab lingkungan yang membentuknya.

Pengalaman saya mengikuti di Sahabat Anak ini mengantarkan saya dengan pesawat mesin waktu. Memaikan kembali permainan ketika masih kecil dulu: DOMIKADO, MAKAN KRUPUK, INJIT-INJIT SEMUT.

Sahabat Anak membuat kegiatan ini, menurut saya agar masyarakat luas bisa memperlakukan anak-anak kaum marjinal ini dengan baik. Tidak membiarkan mereka di jalanan dengan memberi "sedekah" yang membuat mereka nyaman. Bisa jadi, anak-anak kaum marjinal ini pun menjadi punya pengalaman dan persepsi berbeda setelah mengikuti kegiatan Sahabat Anak. Bahwa banyak juga orang yang care dengan keberadaan mereka.

Foto-foto ini saya ambil dengan kamera analog.

Senin, 13 Agustus 2012

Foto, Merekam Sejarah

Bapak saya pindah kantor dan mengharuskan keluarga kami pindah rumah. Ketika itu saya sedang kuliah di Semarang dan tidak bisa membatu atau mengalami prosesi pindahan rumah. Saya lupa tepatnya, sekitar tahun 2007 atau 2008 mungkin, keluarga saya pindah ke kawasan Harapan Indah Bekasi.

Tahun itu saya pertama kalinya memiliki Hape berkamera. Jalanan utama Harapan Indah lebar dan masih sepi ketika itu sehingga aman dan asoy bagi saya bersepeda pagi hari. Sehabis UAS dan menikmati liburan semester di rumah baru.

Hingga di bundaran dekat pintu masuk Harapan Indah saya menemukan patung perunggu setinggi 19 meter berbentuk tiga wanita karya seniman Bali, Nyoman Nuarta. Berdasarkan prasasti di depan patung Tiga Mojang, ditulis bahwa patung tersebut adalah refleksi dari keindahan budaya Jawa Barat. 

Niatnya saya iseng memotret monumen tersebut.

Hingga tahun 2010 saya mendapat kabar patung tersebut di robohkan oleh massa. Alasan perobohan patung tersebut saya juga gak paham. Mungkin, patungnya terlalu seksi.

Setidaknya saya sudah merekam sejarah dengan memfoto patung Tiga Mojang karya Nyoman Nuarta.





Minggu, 08 Juli 2012

SYNDROM TINGKAT AKHIR

Saya menemukan foto ketika Mahasiswa. Mengerjakan Tugas Akhir.

Berikut foto-foto mencoba menggambarkan bagaimana Mahasiswa Tingkat Ahir mengerjakan Tugas Akhirnya. Foto ini diambil di kamar kosan saya dengan model utama yang berkaos merah dongker dan model pendamping kawan yang memakai jaket biru. Foto diambil dengan kamera hape.

Foreground: Sepatu Kuliah dan Basket Baju Kotor saya

Foreground: masih sepatu kuliah saya

Model Utama mencoba menutup identitas. Model pendamping lelah sehabis menunggu dosen pembimbing

Revisi terakhir sampai bosan hingga duduk berjongkok

Minggu, 10 Juni 2012

Bagaimana Bintang Laut Berjalan?

Hai...

Saya mau sedikit cerita tentang Bintang Laut. Dalam ilmu biologi bintang laut disebut juga Asteroidea. Hewan ini memiliki 5 (lima) lengan.

Gambar disamping saya ambil dari Google. Namanya Peach, Bintang Laut yang berperan menjadi mata-mata bagi kelompok ikan peliharaan akuarium dokter gigi di film Finding Nemo.

Pernah kebayang gak bagimana Bintang Laut berjalan?

Didalam tubuh bintang laut ada sebuah sistem gerak yang dinamakan "kaki tabung" atau kaki ambulakral.

Coba perhatikan si Peach yang menempel pada kaca Akuarium bapak dokter gigi. Ada bulatan-bulatan kecil di sekujur tubuh yang menempel pada kaca akuarium, itu namanya Madreporit yang berfungsi sebagai alat hisap. Madreporit akan menghisap air laut yang akan mengisi saluran cincin didalam tubuhnya. Kemudian air yang dihisap tadi akan meluas ke seluruh tubuh melalui saluran radial. Kemudian, air tersebut akan disalurkan sehingga akan muncul tekanan hidrolik di dalam kaki tabung. Akhirnya, kaki tabung menjulur keluar menyebabkan ampula melekat pada benda lain sehingga dapat berpindah tempat. 

Taraaaaa.. Kira-kira seperti itu cara Peach berjalan. binggung? Tiada masalah. Saya hanya ingin menceritakan bahwa Bintang Laut berjalan menggunakan sistem hidrolik melalui air laut yang dihisapnya.

Kamis, 12 April 2012

SAWAH LUNTO

dampak dari sebuah Revolusi Industri, ketika tambang batubara ditemukan di sebuah lembah Sawah Lunto, adalah sebuah budaya Kereta Api yang menjadi bagian dari sejarah kota ini.

STASIUN SAWAH LUNTO